Galian Pasir Gunung Karang Ditutup

Aparat Polsek Pandeglang bersama aparat Kelurahan Pagarbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang menutup paksa galian pasir dan batu di kaki Gunung Karang, Kampung Pasir Angin, Jumat (14/9/2018).*

PANDEGLANG, (KB).- Aparat Polsek Pandeglang bersama aparat Kelurahan Pagarbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang menutup paksa galian pasir dan batu di kaki Gunung Karang, Kampung Pasir Angin, Jumat (14/9/2018). Ditutupnya galian liar tersebut karena sangat membahayakan keselamatan warga. Apalagi, kondisi galian pasir dengan kedalaman 8 meter berdiameter sekitar 6 meter berdekatan dengan permukiman warga.

Menurut informasi, aksi penutupan galian dipimpin Kapolsek Pandeglang Kompol Andi Suandi, SH bersama Lurah Pagarbatu, Yana Wijaya. Hadir dalam penggerebekan lokasi galian, Babinkamtibmas, dan Bhabinsa Pagarbatu dan tokoh masyarakat H. Odim Dimyati. Dalam penertiban galian tersebut, petugas berhasil memergoki pemilik lahan galian yakni Kemi, Bedi dan Sawandi. Di lokasi, petugas langsung memberikan arahan ke pemilik lahan agar tidak menggali pasir dan batu, karena bisa menimbulkan longsor.

Kapolsek Pandeglang, Kompol Andi Suandi didampingi Lurah Pagarbatu, Yana Wijaya membenarkan telah menertibkan tiga lokasi galian di kaki Gunung Karang. Penertiban tersebut sebagai tindak lanjut laporan masyarakat. “Ya, kita sudah beri arahan pemilik lahan untuk bersedia menghentikan aktivitas galian tanpa izin. Umumnya, mereka menerima untuk menghentikan aksi galian. Galian liar bisa menimbulkan bahaya longsor, apalagi kondisi cuaca sekarang sedang buruk,” ujar Kapolsek Pandeglang, Kompol Andi Suandi.

Sementara itu, Lurah Pagarbatu, Yana Wijaya mengatakan, penertiban galian tersebut menindaklanjuti keluhan masyarakat yang mengkhawatirkan dampak galian bisa menimbulkan longsor. Apalagi, letak galian pasir itu berdekatan dengan permukiman warga. “Ya, sebelum terjadi musibah, kami bersama Polsek, Babinkamtibmas dan Bhabinsa mengambil langkah pencegahan dengan menertibkan aksi galian. Alhamdulillah, pemilik lahan pun menyadari untuk menutup aktivitasnya. Kita sudah mediasi, jika masih melakukan galian, maka akan diambil jalur hukum,” ujarnya. (EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here