Jumat, 22 Februari 2019

Galian C di Kota Cilegon Semakin Marak

CILEGON, (KB).- Peralihan kewenangan perizinan usaha pertambangan dari kabupaten-kota kepada provinsi, tampaknya berdampak buruk terhadap daerah. Di Kota Cilegon, hal tersebut membuat jumlah kegiatan galian pasir, tanah merah, dan batu semakin marak.

Seperti halnya di Gunung Taka, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, baru-baru ini muncul lokasi galian pasir. Lambok Aritonang, pengurus galian pasir mengatakan, baru beraktivitas dalam kurun satu pekan.

“Ini baru beberapa hari aktif kembali. Sebelumnya sih sempat aktif di 2018, tapi sempat berhenti. Sekarang lanjut lagi,” katanya saat dikonfirmasi di lokasi tambang, Jumat (8/2/2019).

Menurut dia, perizinan kegiatannya tersebut menginduk pada PT Delimas Lestari Jaya. Sementara, sistem kerja sama antara dia dengan perusahaan tersebut, berbentuk royalti.

“Kalau soal izin-izin sih, saya tidak tahu. Semuanya diurus PT Delimas. Jangankan izin, saya sendiri tidak tahu kalau ditanya ini wilayah kelurahan mana. Pokoknya tahu ini Gunung Taka,” ujarnya.

Dalam menjalankan galian pasir, dia menuturkan, hanya menggunakan satu ekskavator. Sementara, sembilan truk colt diesel dia gunakan untuk mengangkut pasir ke DKI Jakarta.

“Ekskavatornya satu unit, itu saya sewa. Saya hanya bermodal sembilan truk, untuk angkut pasir dari sini ke DKI,” ucapnya.

Setiap hari, lanjut dia, truk-truk miliknya melakukan perjalanan ke Jakarta tengah malam. Sementara, di siang hari, ekskavator mengeruk pasir dari tebing dan mengayaknya hingga halus.

“Pagi hingga sore itu mengeruk, kalau malam loading. Lalu, melakukan perjalanan ke Jakarta, jadi satu hari satu rit,” tuturnya.

Dengan PT Delimas Lestari Jaya, lanjut dia, mendapat jatah lokasi galian pasir kurang lebih 50 meter persegi. Di mana tanah tebing tersebut, memiliki ketinggian kurang lebih 10 meter.

“Saya diberi pesan, agar tidak melewati patok tanah. Sedikit menyeberang patok bisa bermasalah dengan warga setempat,” katanya.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik menyesalkan minimnya pengawasan galian C di Kota Cilegon.

“Izinnya di provinsi, imbasnya di Kota Cilegon. Saya menyayangkan pelimpahan kewenangan ini tidak seiring dengan pengawasan,” ujarnya.

Menurut dia, seharusnya izin-izin galian C tetap diberikan kepada pemerintah tingkat kabupaten dan kota. Mengingat isu-isu seputar pertambangan pasir, tanah, dan batu, pemerintah kabupaten dan kota sangat menguasai.

“Kalau misalnya tambang batu bara, tambang emas, silakan provinsi yang mengatur. Tapi, kalau sekelas tambang pasir, tanah, batu, berikan saja ke kabupaten dan kota, sehingga pengawasannya lebih ketat. Kalau seperti ini kan, galian C malah makin marak. Gara-gara pengawasannya dari provinsi minim,” ucapnya. (AH)*


Sekilas Info

Nelayan Suralaya Kelola Pangkalan Perahu Fasilitas PLTU

CILEGON, (KB).- Pengelola PLTU Suralaya pembangkit unit 9 dan 10, Kota Cilegon, Banten, yang kini masih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *