Gaji Honorer Pemkot Tangsel Capai Rp 50 Miliar

TANGERANG, (KB).- Ada sekitar 8.000 orang pegawai honorer yang bertugas di Lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan tahun depan bisa dapat gaji setara upah minimum regional pupus. Alasan mendasarnya, belanja gaji pegawai harus disesuaikan dengan kemampuan kas daerah.

“(Gaji pegawai honorer) SMA paling rendah Rp 2,2 juta rupiah,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Warman Syanuddin, Ahad (17/11/2019).

Menilik dari situs resmi monev.lkpp.go.id, total APBD 2019 Kota Tangsel nilainya sebanyak Rp 3,764,388,943,235. Postur anggaran belanja tidak langsung atau untuk membayar gaji pegawai besarannya mencapai Rp 967 miliar.

Rinciannya, untuk membayar gaji pokok serta tunjangan prestasi pegawai bagi kalangan aparatur sipil negara senilai Rp 917 miliar, sedangkan alokasi gaji bagi pegawai honorer Rp 50 miliar.

Menurut dia, setiap bulan para pegawai honorer hanya diberikan gaji. Itu juga besarannya bervariatif. “Setiap orang hampir sama dapatnya per bulan. Antara Rp 2,3 sampai Rp 3 juta rupiah,” ujarnya.

Ia menuturkan, peraturan wali kota tentang standar belanja pegawai mengatur tak ada alokasi uang tunjangan untuk pegawai honorer. Mereka baru terima uang tambahan jika dimandatkan oleh atasannya untuk berangkat tugas dinas luar kota. “Dapat SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas),” ucapnya.

Beredar informasi, sejumlah pegawai yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia di Kota Tangsel sedang merancang akan melakukan aksi damai. Hal tersebut imbas dari ditolaknya usulan mendapatkan prioritas kursi CASN serta kenaikan gaji bulanan. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here