Senin, 22 Oktober 2018

Gaji Guru Honorer Di Kabupaten Tangerang di Bawah UMK

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2018 ini, ternyata masih banyak persoalan pendidikan yang harus diatasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, terutama terkait kesejahteraan guru. Karena, saat ini sekitar 12.000 guru honorer di Kabupaten Tangerang masih belum mendapat upah layak.

Seperti yang dikatakan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tangerang, Kosrudin. Menurut dia, sekitar 9.000 sampai 12.000 guru honorer di Kabupaten Tangerang mendapatkan gaji jauh di bawah upah minimum Kabupaten Tangerang (UMK), yang merupakan standar pendapatan yang layak.

“Untuk guru honorer SD dan SMP, saat ini hanya menerima upah Rp 822.000 per bulan, sementara guru honorer di SMA Rp 840.000. Jumlah tersebut tidak layak, karena tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di Kabupaten Tangerang,” katanya di Puspemkab Tangerang, Kamis (3/5/2018).

Ia menambahkan, bahkan ada seorang guru honorer di SMP yang mengaku hanya makan sehari sekali. “Bayangkan orang di Kabupaten Tangerang dengan gaji Rp 822.000 bisa hidup atau tidak, sementara dia punya anak dan istri,” tuturnya.

Menurut dia, peningkatan kualitas pendidikan harus seimbang dengan tingkat kesejahteraan guru, terutama guru honorer. Pihaknya beserta perwakilan guru honorer, kemudian melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu.

“Tuntutan teman-teman (guru honorer) ada tiga, honor sesuai UMR (upah minimum regional), mendapatkan surat tugas sesuai amanat Permendikbud dan asuransi kesehatan. Bahasa pak sekda semua akan diperjuangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahkan ada seorang guru honorer di SMP yang mengaku hanya makan sehari sekali. “Bayangkan orang di Kabupaten Tangerang dengan gaji Rp 822.000 bisa hidup atau tidak, sementara dia punya anak dan istri,” ucapnya.

Sementara, Sekda Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid menuturkan, seorang guru sering andil dalam bagian, baik dalam kegiatan sosial atau kegiatan-kegiatan yang lain di masyarakat. Profesi guru adalah jabatan yang melekat di masyarakat.

“Jabatan guru selalu melekat, sampai kapan pun guru selalu disapa sebagai guru. Lain halnya jika sebagai pejabat,” ujarnya.

Seorang guru, menurut dia, harus memberikan contoh kepada masyarakat dan para siswa/siswinya di sekolah. Untuk itu, setelah mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat) hendaknya harus dapat diimplementasikan dalam bekerja.

“Saya berharap, guru terus profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya serta menjadi suri teladan bagi siswa/siswi dan masyarakat,” katanya. (DA)*


Sekilas Info

Pegawai Pemkot Tangerang Diajari Selamatkan Diri dari Gempa

GEMPA terjadi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman, Kota Tangerang, Jumat (19/10/2018). Gempa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *