Gagal Mediasi, PKL Stadion MY Geruduk Pemkot Serang

SERANG, (KB).- Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang geruduk kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Serang di lingkungan Kota Serang Baru (KSB), Rabu (20/2/2019). Hal itu dilakukan setelah mediasi yang dilakukan DPRD Kota Serang antara PKL dan Pemkot Serang berakhir buntu.

Salah satu orator Halabi mengatakan, kedatangan mereka ke Pemkot Serang untuk menemui Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Syafrudin-Subadri Usuludin secara langsung tanpa diwakili siapapun untuk penandatanganan fakta integritas yang dibawa PKL.

“Kita minta pak Syafrudin sebagai Wali Kota Serang menemui kita,” kata Halabi dalam orasinya.

Ia mengatakan, relokasi PKL dalam rangka 100 hari kerja yang dilakukan Pemkot Serang tidak pantas disebut relokasi, tetapi lebih pantas disebut penggusuran. Hal itu karena tempat relokasi di Kepandean belum ada penataan dan bukan merupakan lahan milik Pemkot Serang.

Sehingga, tuntutan mereka jika tidak bisa berjualan secara normal dikawasan Stadion, maka mereka meminta untuk bisa berjualan hanya pada hari Sabtu dan Minggu. “Kita minta bisa berjualan pada hari Sabtu dan Minggu,” ucapnya.

Selain itu, PKL memandang penataan yang dilakukan Wali Kota Serang hanya sebagai pencitraan semata. Karena tidak sesuai dengan Perda nomor 4 tahun tahun 2014 tentang penataan PKL. Sehingga berimbas para PKL yang ditertibkan tidak bisa berjualan selama hampir sebulan lebih sejak 2 Januari lalu.

“Jangan sampai kita dibodohi untuk dipindahkan ke-lokasi yang tidak ada pelanggan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Industri dan Koperasi (Disperdaginkop) dan UKM Kota Serang Ahmad Banbela menemui massa aksi. Namun, mendapat penolakan dari massa yang hanya ingin menemui Wali Kota Serang. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here