Sabtu, 15 Desember 2018

Gagal Lolos Liga 1 Indonesia, Mimpi Persita Tertunda

BOGOR, (KB).- Mimpi masyarakat Kabupaten Tangerang sekaligus masyarakat Banten, untuk dapat menyaksikan klub daerahnya berlaga di Liga 1 Indonesia harus kembali tertunda. Persita Tangerang sebagai satu-satunya wakil klub sepakbola di Banten yang memiliki kesempatan berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia, harus gugur di laga pamungkas.

Persita Tangerang takluk 2-0 atas Kalteng Putra pada pertandingan perebutan juara ketiga Liga 2 Indonesia. Meski pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari Bogor, Selasa (4/12/2018), penggawa Pendekar Cisadane telah berjuang maksimal, namun hasil akhir berbicara lain. Pada laga tersebut, Laskar Cisadane tampil tanpa sang kapten Egi Melgiansyah, yang diistirahatkan pelatih Wiganda Saputra di babak pertama.

Jalannya pertandingan

Kedua kesebelasan sama-sama menerapkan gaya bermain terbuka, sehingga jual beli serangan terjadi. Malang bagi Persita, mereka harus tertinggal dengan gol cepat Kalteng Putra di menit ke-12, melalui tendangan jarak jauh Maulana yang tak mampu ditepis kiper Persita Yogi Triana. Tertinggal 1-0, Persita mencoba menekan pertahanan tim asal Kalimantan Tengah tersebut. Sejumlah peluang tercipta namun belum menemui membuahkan hasil.

Di menit ke-19 ribuan suporter Persita di stadion kembali terdiam, Kalteng Putra kembali berhasil menggandakan  keunggulan melalui tendangan I Made Wirahadi. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Wiganda Saputra memasukkan Egi untuk meningkatkan kreativitas dan daya gedor Persita dari lini tengah.Hasilnya tiga peluang emas tercipta dalam 10 menit babak kedua berjalan.

Saat penggawa Persita terus menekan pertahanan Kalteng Putra, justru mereka harus dihukum dengan dikeluarkannya Amri Alamsyah oleh wasit di menit ke-57. Kartu kuning kedua diberikan wasit setelah pemain bernomor punggung 19 tersebut melakukan tekel terhadap pemain Kalteng Putra, Siswanto.

Diusirnya Amri membuat penggawa Persita melakukan protes. Bahkan hukuman yang dijatuhkan wasit tersebut membuat suporter Persita protes. Mereka masuk ke lapangan, akibatnya pertandingan dihentikan sementara. Hal itu membuat Egi dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar turun tangan. Egi dan Zaki meminta suporter untuk kembali ke bangku penonton. Imbauan Egi dan Zaki tersebut cukup ampuh meredam emosi suporter sehingga laga kembali dilanjutkan.

Di sisa 33 menit pertandingan waktu normal, penggawa Persita menunjukkan mental bertandingnya. Meski bermain dengan 10 pemain lini belakang Kalteng Putra, tampak kerepotan mengawal pergerakan Egi dan kawan-kawan. Tercatat Persita memiliki 7 peluang emas namun belum tak satu pun berbuah gol. Hingga babak kedua berakhir skor 2-0 untuk keunggulan Kalteng Putra tidak berubah. Hasil tersebut membuat anak asuh Kas Hartadi menyegel tempat ke-3 Liga 2 Indonesia.

Media Officer Persita Aries Maulansyah enggan berkomentar banyak mengenai kekalahan timnya. Menurutnya, Persita sangat layak untuk lolos ke Liga 1 Indonesia 2019. “Kami menguasai jalannya pertandingan. Kami bermain bagus, tapi permainan bagus kami dicederai oleh beberapa keputusan wasit yang kami anggap keliru,” tutur Aries.

Ia mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut, karena peluang terakhir Persita untuk dapat lolos ke Liga 1 Indonesia pupus. Meski begitu, pihaknya tidak akan berlarut-larut dalam kekecewaan, karena masih ada kompetisi yang harus dijalani yakni di Piala Indonesia. “Kami harus segera move on, karena Persita masih ada pertandingan di Piala Indonesia nanti kontra Lampung Sakti. Pada kompetisi itu kami akan kembali berjuang,” ujarnya. (FI)*


Sekilas Info

Kejuaraan Basket SMA Banten, 18 Klub Ambil Bagian

SERANG, (KB).- Sebanyak 18 klub basket putra dan putri turut serta menyemarakkan Kejuaraan Bola Basket Tingkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *