Gagal Lelang Akibat Perencanaan Salah

CILEGON, (KB).- Gagalnya lelang proyek besar di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mendapat sorotan dari kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Cilegon Yusuf Amin mengatakan, kejadian tersebut, akibat salah perencanaan. “Sebenarnya gagal lelang tidak perlu terjadi, jika pemkot melakukan perencanaan yang matang,” katanya, Jumat (25/5/2019).

Ia menuturkan, selain terjadinya gagal lelang, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemkot Cilegon dalam sepekan terakhir, terkesan fakum, khususnya kegiatan pembangunan infrastruktur. Jika ada, ujar dia, kegiatan tersebut, hanya sekadar program lanjutan.

“Sekarang sudah masuk triwulan kedua, tidak ada progres yang menggembirakan dalam melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Padahal, pihaknya menemukan infrastruktur jalan banyak yang rusak. Kritikan pedas juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kota Cilegon Erick Rebiin. Menurut dia, terjadinya gagal lelang di Pemkot Cilegon masalah klasik. “Alasannya itu-itu saja, cari solusi, supaya lelang tidak gagal,” ucapnya.

Baca Juga : Dua Megaproyek Gagal Lelang

Ia meminta, agar seluruh perencanaan dikaji dengan matang, sehingga dapat berjalan dengan baik. Ia menuturkan, salah satu pekerjaan yang mendapat sorotan, adalah pembangunan Jalan Bonakarta.

Menurut dia, program pembangunan jalan tersebut cukup. Namun, sudah terlalu lama dibiarkan, bahkan lahan untuk proyek jalan tersebut, seperti tak terurus.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua megaproyek Pemkot Cilegon, yaitu pembangunan gedung pemkot 6 lantai dan pembangunan lanjutan sport center bernilai miliaran rupiah gagal lelang.

Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJP) Kota Cilegon Syafrudin mengatakan, pada tahun ini pembangunan jalan tersebut, dilanjutkan kembali dengan tipe betonisasi.

”Tahun ini, pembangunan jalan di Bonakarta yang tembus arah Kelurahan Masigit dilanjutkan dengan alokasi dana sekitar Rp 10 miliar untuk tipe betonisasi,” tuturnya.

Sesuai dengan rencana, pekerjaan betonisasi tersebut, dilaksanakan pada tahun ini, sehingga proyek yang awalnya pada 2018, bisa selesai pada tahun ini. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here