Gagal di Semi Final Liga 2, Persita Masih Kantongi Kans Lolos ke Liga 1 Indonesia

PADANG, (KB).- Klub sepak bola asal Kabupaten Tangerang, Persita Tangerang masih mengantongi kans untuk dapat lolos ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1. Meski kesempatan pertama Persita harus pupus karena ditaklukkan tuan rumah Semen Padang dengan skor 3-1, pada pertandingan leg kedua babak semi final liga 2 Indonesia. Berdasarkan sistem liga, Semen Padang berhak atas tiket ke Liga 1 berkat unggul agregat kontra Persita 3-2.

Meski begitu, Persita masih mempunyai peluang lolos ke Liga 1 Indonesia, karena masih tersisa satu tiket lagi untuk peringkat ketiga Liga 2. Pendekar Cisadane bisa saja berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan, andaikan mampu mengalahkan Kalteng Putra di perebutan tempat ke-3 Liga 2 Indonesia.

Jalannya pertandingan leg kedua babak semi final liga 2 Indonesia antara Semen Padang berhadapan dengan Persita Tangerang, berlangsung ketat. Tertinggal agregat 1-0 pada leg pertama babak semi final Liga 2 Indonesia, Semen Padang langsung menggempur pertahanan Persita.

Terus ditekan, Persita berhasil membungkam seisi stadion, setelah penyerangnya Ryan Kurnia berhasil mencetak gol melalui skema serangan balik pada menit-30. Akan tetapi, tuan rumah tak tinggal diam, pada menit ke-32 Semen Padang akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan Rizki Novriansyah.

Gol yang dicetak Rizki tersebut berhasil melecut semangat tim tuan rumah, karena tak butuh lama bagi Semen Padang berbalik unggul. Empat menit usai gol penyama kedudukan, Afriansyah mencetak gol ke-2 untuk Semen Padang. Hingga babak pertama berakhir skor 2-1 tidak berubah.

Di babak kedua Persita kembali belum bisa keluar dari tekanan tim tuan rumah. Semen Padang yang hanya membutuhkan satu gol tambahan tampak begitu mendominasi jalannya laga. Sesekali anak asuh Wiganda Saputra berusaha mengembangkan permainan namun belum berhasil menemui sasaran.

Semen Padang akhirnya berhasil mencetak golnya ketiga, setelah pemain belakang Persita dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti di menit ke-59. Irsyad Maulana yang menjadi eksekutor penalti sukses menunaikan tugasnya dengan baik sehingga Semen Padang unggul 3-1.

Disisa babak kedua, Semen Padang masih memegang kendali permainan. Sedangkan Persita yang kehilangan motor serangan Egi Melgiansyah tampak kesulitan mengembangkan permainan. Hingga babak kedua berakhir skor 3-1 tetap bertahan.

Hasil tersebut memastikan Semen Padang maju ke babak final dan berhadapan dengan PSS Sleman untuk perebutan juara 1 Liga 2 Indonesia. Diwaktu bersamaan, PSS Sleman berhasil menundukaan Kalteng Putra dengan skor 2-0 (agregat 2-0).

Pelatih Persita Wiganda Saputra tak berkomentar banyak mengenai kekalahan timnya. Ia menanggapi kekalahan tersebut disebabkan oleh kepanikan pemainnya yang tidak bermain sabar di kandang Semen Padang.

“Kecewa sekali kekalahan 3-1 setelah sebelumnya menang 1-0. Kami terlalu panik dan lawan bisa memanfaatkan itu. Kalau intruksi saya sejak awal sabar jangan terburu-buru. Ini juga mungkin faktor tuan rumah yang euforia, mungkin pemain sedikit gugup,” tutur Wiganda.

Sementara itu, Media Officer Persita Aries Maulansyah tetap optimis Persita dapat melaju ke Liga 1 Indonesia musim depan. “Kami masih punya peluang (lolos) untuk dapat berlaga di Liga 1 musim depan, kami harus move on dan langsung fokus pada pertandingan selanjutnya. Karena itu peluang terakhir bagi kami di musim ini, jika ingin berlaga di Liga 1 musim depan,” tuturnya singkat. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here