Gadis Kembar Tunawicara Hilang

SERANG, (KB).- Dua orang gadis Kembar Nurholilah (28) dan Nurkholifah (28) atau Ilah dan Ifah warga Kampung Tegal Sempu, Desa Sambilawang, Kecamatan Waringin Kurung hilang sejak Kamis (21/6/2018). Putri kedua pasangan Misri dan almarhumah Rutihat tersebut hilang setelah keduanya pergi naik angkutan kota ke Cilegon.

Ayah korban, Misri mengatakan, awalnya buah hatinya pergi dari rumah pada Kamis (21/6/2018) sekitar pukul 06.30 WIB pagi dengan menaiki angkutan umum ke Cilegon. “Saya juga enggak tahu mereka mau ke mana, soalnya kan mereka enggak bisa bicara dua-duanya. Tapi, sebelum pergi mah enggak ada masalah,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di rumah, Ahad (24/6/2018).

Ia kemudian menanyakan kepada sopir angkot yang membawanya. Berdasarkan keterangan dari sopir angkot, setelah sampai di Pasar Kranggot, Cilegon sekitar pukul 08.00 WIB, Ifah dan Ilah langsung turun. Namun kemudian, kedua gadis tersebut tidak masuk ke pasar, melainkan berjalan ke arah pulang. “Terus saya tanya sama sopirnya, kira-kira sampai mana anak saya jalan kakinya? Kata sopir palingan sampai ke Ramayana,” ujarnya.

Setelah mendapatkan keterangan tersebut, dia langsung menyusul keduanya ke Ramayana. Namun sayang, setelah sampai di sana, kedua putrinya tersebut juga tidak dapat ditemui. “Sempat ketemu tukang parkir di sana dan tanya melihat anak saya enggak. Saya jelaskan ciri-cirinya, terus katanya lihat dan masuk ke Ramayana. Saya pun cari di sana, bahkan sampai muter-muter ke Seruni dan enggak ketemu juga,” ucapnya.

Misri kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Waringin Kurung pada Sabtu (23/6/2018). Bahkan, pihak keluarga juga langsung membuat pengumuman melalui pamflet yang disebar di Kota Serang dan Cilegon. “Sampai di radio juga diumumin. Tapi, sampai sekarang sudah empat hari belum ada hasilnya,” tuturnya.

Ia berharap, buah hatinya tersebut, bisa segera di temukan. Sebab, dia khawatir, terlebih keduanya tidak bisa berbicara dan menulis. “Ia enggak bisa nulis yang lain selain namanya. Nulis alamat enggak bisa. Harapan saya enggak lain, supaya mereka bisa segera ketemu,” katanya.

Sementara, kakak korban, Ali Imron menuturkan, selama ini dua adiknya tersebut, jarang sekali keluar rumah. Oleh karena itu, keduanya tidak tahu wilayah. “Mungkin mereka pengen main, tapi enggak tahu ke mana,” ujarnya.

Ia mengatakan, sudah mencari adiknya ke berbagai tempat, bahkan sampai ke Merak. Namun, tetap saja hasilnya masih nihil. Pihak keluarga tidak berhenti mencari keduanya dan berharap, mereka bisa bertemu kembali. “Sudah dicari ke mana-mana, tapi belum ketemu. Setelah kejadian, adik saya juga langsung membuat pengumuman di Facebook dan Alhamdulillah langsung menyebar infonya,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here