FSPP Tangsel Bagikan Paket Sembako, Ayo Turut Berkontribusi Dalam Gerakan Amal Umat

Pembagian paket sembako di Tangsel.*

Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaksanakan pembagian Gerakan Amal Umat 10.000 paket sembako untuk para kiai, ustaz, guru ngaji, santri yatim dan duafa yang terdampak secara ekonomi dengan adanya pandemi Covid-19.

Penyerahan simbolis paket sembako kali ini dipimpin langsung oleh Ketua Presidium FSPP Tangerang Selatan KH. Muslihudin beserta jajaran pengurus lainnya, Ahad (17/5/2020).

Pelaksanaan Gerakan Amal Umat ini telah dimulai sejak menjelang bulan Ramadan, diprakarsai oleh FSPP Provinsi Banten dan melibatkan FSPP kabupaten/kota mulai dari pengumpulan dana sampai pendistribusiannya. Adapun FSPP Provinsi bertugas dalam pengonsolidasian laporan penghimpunan.

“Ini dilakukan karena kami ingin memastikan bahwa seluruh bantuan bisa tepat sasaran pada mereka yang terdampak secara langsung dengan adanya pandemi Covid-19,” kata KH. Muslihudin.

Ia mengatakan, pendistribusian paket ini dibagi beberapa tahap yaitu tahap pertama sebelum Ramadan, tahap kedua awal Ramadan, tahap ketiga pertengahan Ramadan, tahap keempat menjelang Idulfitri, tahap kelima awal Syawal, tahap keenam pertengahan Syawal, dan tahap ketujuh akhir Syawal.

Sekjen FSPP Fadlullah mengatakan, selain di Tangerang Selatan, penyaluran paket sembako juga dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Irsyad Waringin Kurung sebanyak 175 paket.
Ia menuturkan, saat ini tercatat memiliki lebih dari 3.900 pondok pesantren.

“Data yang kami miliki menunjukkan di antara pondok pesantren ini ada yang memiliki santri lebih dari 1.000, 2.000 bahkan 3.000 santri. Sebagian pesantren-pesantren ini sangat membutuhkan bantuan dan dukungan banyak pihak lain,” ucapnya.

Menurut dia, pandemi Covid-19 ini sungguh memberi dampak luar bisa bagi para kiai, ustaz, guru ngaji tersebut karena tidak bisa lagi melaksanakan tugasnya sebagai guru, pendidik dan penyiar agama Islam.

Kegiatan pesantren diliburkan, pengajian di majelis taklim ditiadakan, pengajian di rumah dengan jumlah tertentu juga diliburkan, ngariung, hajatan dan lain sebagainya ditiadakan sebagaimana instruksi pemerintah.

“Karena itu, FSPP sebagai forum silaturrahim antar pondok pesantren tergugah dan ingin mengajak semua elemen umat untuk turut berkontribusi, membantu menolong saudara-saudara kita. Karena kita yakin ketika kita saling membantu, saling berbagi kasih sayang, saling menguatkan insya Allah kasih sayang Allah SWT, juga akan turun memberi keberkahan kepada kita,” katanya.

FSPP dalam Gerakan Amal Umat ini pada prinsipnya secara mandiri dan independen menggalang donasi khususnya dari para kiai dan jaringannya yang memiliki komitmen bersama untuk membantu kiai, asatidz dan guru-guru ngaji yang lain. “Dari kita, oleh kita, untuk kita,” tuturnya. (MH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here