FSN Punya Tugas Dampingi Umat, Kawal Ulama, dan Jaga NKRI

FORUM Santri Nasional (FSN) menggelar kongres dan rapat kerja nasional  di Exhibition Hall A Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (30/3/2019). Kongres ke-1 FSN ini dihadiri KH Ma’ruf Amin dan putranya, Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin yang menjabat Rais Aam FSN.

Rois Syuriah FSN Provinsi Banten Tb A Irfan Ma’ani menjelaskan Kongres Santri dan Rapat Kerja Forum Santri Nasional ke-1 Periode 2018-2023 ini bertujuan untuk merumuskan program dan agenda FSN.

Dalam kegiatan tersebut dilaksakan juga pengukuhan para pengurus wilayah FSN se-Indonesia. Menurut Gus Irfan, panggilan akrab Irfan Ma’ani, acara tersebut dihadiri pengurus FSN dari 31 provinsi dan 56 kabupaten/kota.

“Jumlah peserta dari Banten yang ikut dalam acara tersebut sebanyak enam orang,”  kata Gus Irfan kepada Kabar Banten, Kamis (4/4/2019).

Irfan menjelaskan FSN merupakan rumah besar santri yang ingin membangun sinergi Poros Gerakan Sosial Keummatan dan Kebangsaan untuk Indonesia Maju.

Saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, Rais Aam FSN Ahmad Syauqi mengharapkan FSN bisa menjadi poros gerakan sosial keumatan dan kebangsaan berbasis kaum santri. Dengan demikian, FSN mampu berperan menciptakan Indonesia yang lebih maju serta mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Syauqi,  tugas besar FSN adalah memperjuangkan ajaran Islam ahlussunnah waljamaah, mewujudkan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, keadilan kesejahteraan dan kemandirian. Ia sangat berharap FSN  dapat berperan mewujudkan Indonesia maju. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang makmur. Indonesia yang maju bersatu dalam kemajuan.

“Kehadiran FSN diharapkan bisa membangun forum santri yang pancasilais, religious, dan menjunjung kesantunan,” kata Gus Oqi, panggilan akrab Ahmad Syauqi.

Kawal ulama

Menurut Gus Oqi FSN memiliki tiga tugas yang harus menjadi komitmen, yakni mendampingi umat, mengawal ulama, dan menjaga NKRI. Komitmen FSN ini tertuang dalam tiga arus berwarna emas dalam logo FSN yaitu, arus pertama mendampingi umat, arus kedua mengawal ulama, dan arus ketiga menjaga NKRI.

Sementara itu, dalam sambutannya, KH Ma’ruf Amin mengajak para santri, alumni, dan pengasuh pondok pesantren untuk berperan aktif mewujudkan Indonesia Maju. Menurut dia santri harus menjaga NKRI.

Ma’ruf Amin  mengharapkan Kongres Santri ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang progresif dan membangun kepercayaan diri para santri. Menurut dia, santri harus mempunya peran yang lebih besar dalam membangun bangsa dan negara.

Ia juga mengajak para santri agar aktif berdakwah. Akan tetapi, dia mengingatkan dalam menyampaikan materi dakwah harus berdasarkan unsur keislaman tanpa intimidasi dan caci-maki.

Pada bagian lain, Ma’ruf Amin menilai santri perlu mengembangkan diri dalam bidang ekonomi. Menurut dia, santri yang bagus adalah santri yang pintar mengaji juga pintar berwirausaha.

Terkait pengembangan santri dalam bidang ekonomi, rapat kerja FSN tersebut telah menetapkan program pengembangan dan kesejahteraan ekonomi santri. Program ini meliputi pengembangan ekonomi santri dan penguatan hubungan kemitraan untuk pengembangan ekonomi santri.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here