Fraksi PKS Bantah PBI BPJS Kesehatan Dinaikkan, Pemkot Diminta Tambah Anggaran

SERANG, (KB).- Fraksi PKS DPRD Kota Serang membantah anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Kota Serang sudah dinaikkan. Maka dari itu, Fraksi PKS minta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang komitmen untuk tidak mengurangi jumlah penerima PBI.

Ketua Fraksi PKS Tubagus Ridwan Akhmad mengatakan, sebelum kenaikan iuran BPJS ditetapkan, pada APBD 2020 pihaknya sudah menganggarkan untuk PBI sekitar Rp 11,8 miliar. Jumlah tersebut dengan asumsi iuran PBI sebesar Rp 23.500 per jiwa setiap bulannya, dikalikan jumlah penerima sebanyak 42.000 jiwa.

“Kenaikan sekarang berdasarkan info dari BPJS menjadi Rp 42.000 per jiwa yang semula Rp 23.500 per jiwa menjadi total Rp 21.1 miliar, artinya kurang penganggaran sekitar Rp 10 miliar,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Serang tersebut, Senin (18/11/2019).

Fraksi PKS, ujar dia, meminta kepada TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk menambah penganggaran PBI BPJS tersebut pada APBD Murni 2020. Terlebih, RAPBD 2020 belum disahkan dalam rapat paripurna, sehingga masih sangat memungkinkan adanya perubahan belanja daerah.

“Terlebih yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, ini harus menjadi perhatian serius TAPD,” ucapnya.

Jangan sampai, tutur dia, dampak dari kenaikan iuran BPJS, justru membuat pemkot mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi jumlah penerima PBI APBD. Faktanya, ketika dewan melakukan reses masih banyak warga yang kurang mampu mengeluh, karena belum tercover BPJS.

“Jangan sampai adanya kenaikan iuran BPJS, pemkot mengurangi kuota yang sudah ditetapkan, sehingga masyarakat yang menjadi korban, terlebih objeknya masyarakat kurang mampu,” katanya.

Fraksi PKS juga meminta kepada pemkot untuk mengoptimalkan serapan penerima PBI BPJS. Jangan sampai dari 42.000 tersebut, masih ada sisa anggaran yang belum terserap. “Jadi, upaya validasi data penerima PBI juga harus lebih maksimal,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, anggaran untuk Penerima PBI BPJS Kesehatan di Kota Serang mengalami kenaikan mencapai dua kali lipat mencapai Rp 22 miliar. Hal tersebut, karena adanya kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, sehingga mengakibatkan penambahan anggaran untuk PBI.

Hal tersebut sekaligus memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tidak akan mengurangi jumlah PBI BPJS Kota Serang. Wali Kota Serang Syafrudin menuturkan, tahun ini penerima PBI Kota Serang sebanyak 42.000 jiwa dengan anggaran sekitar Rp 11 miliar. Akibat kenaikan iuran BPJS sebanyak dua kali lipat, maka anggaran PBI juga akan dinaikkan.

“Kalau mengurangi anggota BPJS kayaknya tidak mungkin. Kurang lebih (kenaikannya) mencapai Rp 22 miliar,” ucapnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here