Forum CSR Banten Bantu Tenaga Medis dan Warga Terdampak Covid-19

SERANG, (KB).- Forum Coorporate Social Responsibility (CSR) Banten melalui Tim Reaksi Cepat penanggulangan bencana telah berhasil mengumpulkan sejumlah bantuan. Mulai dari alat pelindung diri (APD), vitamin atau suplemen, hingga sembilan bahan pokok (sembako) untuk masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Provinsi Banten.

Ketua Forum CSR Banten Sunaryo mengatakan, pihaknya membentuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana dimulai saat kejadian banjir bandang Lebak. Hingga saat ini, tim tersebut berlanjut karena adanya pandemi Covid-19 di wilayah Provinsi Banten.

Ia menjelaskan, Forum CSR Banten lahir atas dasar Perda Nomor 5 Tahun 2016. Dengan tugas, membangun kemitraan dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung program perusahaan.

“Dengan gerakan peduli Banten, alhamdulillah banyak perusahaan yang berkenan memberikan bantuannya kepada masyarakat melalui forum CSR Banten. Mulai dari APD, cairan disinfektan, hand sanitizer, kacamata google, suplemen, air minum kemasan, masker, handsprayer dan sembako,” katanya, Sabtu (23/5/2020).

Seluruh bantuan CSR perusahaan tersebut dikoordinir langsung oleh Forum CSR Provinsi Banten melalui Tim Reaksi Cepat.

“Dalam pendistribusian terkait dengan APD dan alat kesehatan dilakukan melalui Dinkes untuk diteruskan ke rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah sakit lainnya, sedangkan di luar alat kesehatan kami berkoordinasi dengan Dinsos,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, Forum CSR juga bagian dari keanggotaan gugus tugas Covid-19 di Provinsi Banten.

“Karena itu secara otomatis koordinasi, sinkronisasi baik informasi maupun data masyarakat terdampak kami lakukan secara bersama-sama dengan gugus tugas Covid-19 Provinsi Banten,” ucapnya.

Terkait dengan bantuan CSR dari bjb berupa beras, Sunaryo menjelaskan, seluruhnya dikoordinir oleh pihaknya, baik penerimaan mau pun teknis pendistribusiannya.

“Secara prinsip siapa pun tidak ada larangan untuk mendistribusikan bantuan tersebut selama ada permohonan dan pernyataan kesediaan dengan sukarela membantu mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak dengan tepat sasaran,” katanya.

Kemudian, transaparan dan akuntabilitasnya pun harus terjaga dengan baik.

“Karena ini amanah yang harus sampai kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya. Tidak boleh ada kepentigan apapun termasuk kepentingan politik dalam penyaluran bantuan tersebut,” ucapnya.

Mengenai pemberitaan terkait beberapa anggota dewan yang berniat mendistribusikan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak Covid-19 di wilayahnya masing-masing, pihaknya mengapresiasi.

“Namun, niat tersebut akirnya diurungkan karena dikhawatirkan adanya kepentingan. kami pun berharap suport dan pengawalan dalam proses pendistribusian bantuan,” tuturnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here