Rabu, 12 Desember 2018

Fornusa Gelar Panggung Kemanusiaan

Puluhan masyarakat Pandeglang yang tergabung dalam Forum Rohis Nusantara (Fornusa) Pandeglang menggelar panggung kemanusiaan dalam rangka menyikapi penyerangan yang terjadi di Goutha Suriah, di Alun- alun Pandeglang, Ahad (11/3/2018). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 30 orang secara kompak menggunakan mayoritas seragam warna hitam dan ikat kepala yang bertuliskan “Save Goutha”.

Salah seorang orator atas nama Rizki mengatakan, penyerangan yang terjadi di Goutha, bukan hanya permasalahan keagamaaan, tetapi juga merupakan permasalahan kemanusiaan. ”Suriah lagi-lagi menjadi wilayah yang dijajah, wilayah yang dibombardir. Di sana (Goutha, pen) nyawa seakan-akan tidak berharga. Padahal, di Eropa hewan sangat dihargai nyawanya,” kata Rizki dalam orasinya di panggung kemanusiaan.

Rizki melanjutkan, panggung kemanusiaan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian umat muslim sekaligus sebagai bangsa Indonesia. Sesama umat Islam tentu harus peduli terhadap permasalahan yang menimpa saudara-saudara di Goutha. ”Kita tidak peduli media mainstream membungkam permasalahan yang ada di Goutha. Tapi kita adalah anak muda, kita adalah remaja Indonesia yang sangat konkret gerakannya, sangat bisa membuktikan bahwa kita cinta bukan hanya sekadar teori, tapi kita cinta umat kita dengan aksi-aksi nyata,” ujarnya.

Dalam gelaran panggung kemanusiaan tersebut, dipajang 3 miniatur jenazah sebagai simbol mayat para penduduk Goutha. Selain itu juga digelar beberapa poster di antaranya bertuliskan “Suriah Memerah, 417 orang tewas, 2.100 orang terluka dan 400.000 jiwa dalam bayang kematian”. Kegiatan panggung kemanusiaan ini akan terus dilakukan. Tidak saja di Pandeglang, tetapi teman-teman kita melakukan gerakan sama di daerah lain untuk menyerukan rasa saling tolong menolong dan peduli sesama muslim.

Terpisah, Sekretaris Muhammadiyah Pandeglang, Juwayni menuturkan, upaya penggalangan dana dan pemberian bantuan untuk saudara muslim di Goutha melibatkan seluruh kader Muhammadiyah hingga tingkat ranting. ”Sudah pasti setiap muslim bersaudara, kita pasti saling mendoakan untuk kebaikan saudara-saudara di Goutha. Kita melakukan upaya-upaya melalui organisasi penggalangan dana hingga tiap ranting,” ucapnya.

Ia mengatakan, organisasi Muhammadiyah konsisten untuk melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan. Apalagi saat ini saudara muslim kita sedang dilanda penindasan di Goutha. Saya menyerukan untuk umat muslim agar senantiasa peduli membantu saudara kita di Goutha. Kita berharap saudara muslim di Goutha diberikan ketabahan dan kekuatan,” tuturnya. (Iman Fathurohman)***


Sekilas Info

Kunjungan Kerja Pejabat Pemkab Pandeglang ke Luar Kota Disoal

PANDEGLANG, (KB).- Akademisi Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten, Eko Supriyatno mempersoalkan agenda kunjungan kerja pejabat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *