Senin, 18 Februari 2019

FKUB Ajak Umat Jaga Kondusivitas Pemilu 2019

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pandeglang, H. Entis Sutisna mengajak seluruh umat beragama dari berbagai lintas agama untuk bersam-sama menjaga kondusivitas daerah. Sebab, rasa aman, nyaman, damai dan tenteram menjadi kunci menuju suksesnya pemilihan umum (pemilu) pileg maupun pilpres 2019. Selain menciptakan kondusivitas daerah, kata Entis, kesuksesan pemilu 2019 juga ditentukan oleh nilai-nilai kerukunan antar umat beragama.

“FKUB punya kewajiban mengajak, menyerukan umat agar menjaga kerukunan antar umat dan menciptakan kondusivitas daerah. Karena menjelang pemilu, tentu nilai kerukunan dan kondusivitas daerah menjadi kunci kesuksesan pemilu berjalan aman, nyaman, damai dan tentram,” kata Ketua FKUB Pandeglang, H. Entis Sutisna kepada Kabar Banten, dalam agenda sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM), nomor 9 dan 8 tahun 2006 tentang pedoman kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam memberikan izin pendirian rumah ibadah dan tempat ibadah, di Aula Hotel Rizki Pandeglang, Kamis (25/10/2018).

Entis mengatakan, momentum pemilu harus dijadikan pelajaran berdemokrasi yang baik. Untuk itu, forum juga berharap kegiatan sosialisasi ini juga bisa memberikan pencerahan kepada para tokoh pemuka agama, pemuda, ormas dan tokoh masyarakat untuk sama-sama menyerukan tidak golput dan mengajak masyarakat menjaga kondusivitas daerah, sehingga pemilu berjalan netral, aman dan damai.

Wakapolres Pandeglang, Kompol Heri Wahyu Mandung menyampaikan materi tentang keamanan pemilu. Menurut dia, Polri siap mengamankan, mengayomi dan melindungi masyarakat, termasuk upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang aman menjelang pemilu pileg dan pilpres 2019. “Kondisivitas daerah sangat penting dan untuk menciptakan keamanan tentu butuh peran serta elmemen masyarakat. Hindari konflik dan jaga kerukunan agar situasi pemilu berjalan netral, aman dan damai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Banten, Dr, KH. M. Romli M.Hum menyampaikan materi tentang kerukunan umat bergama. Ia mengajak seluruh umat beragama agar menjaga nilai-nilai kerukunan dan menciptakan kondusivitas daerah. “Iya, kerukunan itu sebetulnya sudah tercermin dalam dasar negara Pancasila yakni sila pertama ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Saya mengajak semua pemuka agama untuk rukun dan menjaga kedamaian,” ujarnya.

Sementara soal isu tentang LGBT, lanjut Romli, apa yang disampaikan Kementeria Agama tidak melegalkan masalah tersebut. Namun demikian, orang-orang itu (LGBT) harus disembuhkan dengan bimbingan dan arahan, sehingga mereka bisa kembali ke jalan yang benar.

Sosialisasi PBM ini dibuka Asda I Pemkab Pandeglang, H. Agus Priyadi Mustika. Hadir di acara itu, Ketua MUI Pandeglang, KH, Hamdi Ma’ani, para Ketua Ormas dan sejumlah utusan tokoh lintas agama, Islam, Kristen , Budha, Katolik, se-Kabupaten Pandeglang. Selain itu hadir utusan dari Kejaksaan Negeri Pandeglang, Heryanto Slamet, anggota KPU,Ahmadi , Kasdim 0601Pandeglang, dan Kepala Kemenag Pandeglang, Drs. Endang, MPdi. (Endang Mulyana)*


Sekilas Info

Kwarda Pramuka Banten Serahkan Donasi kepada Korban Tsunami di Pandeglang

PANDEGLANG, (KB).- Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Banten menyerahkan bantuan kepada korban tsunami Selat Sunda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *