FK Untirta Berikan Pelatihan Tutor dan Fasilitator

Dekan Fakultas Kedokteran Untirta Saptawati Bardosono saat memberikan sambutan pada kegiatan pelatihan tutor dan fasilitator untuk dosen, di Aula Center of Excellent Fakultas Teknik Untirta, Rabu (11/3/2020).*

CILEGON, (KB).- Fakultas Kedokteran (FK) Unversitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memberikan pelatihan tutor dan fasilitator untuk dosen, di Aula Center of Execellence (CoE) Fakultas Teknik Untirta, Rabu (11/3/2020). Pelatihan tersebut untuk meningkatkan kompetensi mengajar dosen dengan akademik di kampus.

Dekan Fakultas Kedokteran Untirta Saptawati Bardosono mengatakan, pelatihan tersebut untuk menambah kompetensi dokter sebagai tutor dan fasilitator di lingkungan Fakultas Kedokteran Untirta.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon yang merupakan rumah sakit pendidikan utama bagi Fakultas Kedokteran Untirta.

”Kami berharap pelatihan tersebut menjadikan tutor yang berkompeten dalam mendampingi mahasiswa. Serta dapat melaksanakan kegiatan sebagai tutor maupun fasilitator bisa terlaksana sehingga tidak terlalu lama bisa langsung terjun ke masyarakat,” kata Saptawati kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, peran dosen bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan tapi juga berperan sebagai tutor dan fasilitator dalam mengelola proses pembelajaran secara optimal. Sebagai tutor dapat mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah, serta meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan kompetensi komunikasi.

”Diharapkan pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat bagi dosen. Itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar, karena mahasiswa merupakan calon dokter yang akan terjun ke masyarakat sehingga dapat memberikan bekal ilmu yang bisa diterapkan di masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan, saat ini mahasiswa Fakultas Kedokteran Untirta memiliki 50 mahasiswa di angkatan pertama, kemudian akan bertambah lagi sebanyak 50 mahasiswa dari penerimaan mahasiswa baru pada 2020 sebagai angkatan ke dua.

”Perkuliahan nantinya akan berjalan pararel dan membutuhkan banyak tenaga pengajar, sehingga pelatihan tutor dan fasilitator sangat dibutuhkan. Bagi dokter yang telah mengikuti pelatihan tersebut akan diberikan sertifikat sebagai tanda bukti sudah memiliki kompetensi sebagai tutor dan fasilitator,” tuturnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here