Final Soeratin U-17, Mimpi Persipan Tertunda

Persipan Pandeglang dipaksa harus menunda menggapai mimpinya meraih gelar juara turnamen Piala Soeratin U-17. Menghadapi tim kuat Persebaya Surabaya di Stadion Supriadi di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019) Persipan takluk 2-0.

Gol pembuka Persebaya datang dari sebuah skema serangan balik. Dicky Kurniawan dengan cerdik membelokkan tendangan keras rekannya dari luar kotak penalti ke pojok kanan bawah gawang Persipan.

Unggul satu gol membuat para pemain Persebaya semakin nafsu menyerang. Gol kedua akhirnya lahir pada menit ke-35 melalui sontekan Akbar Firmansyah dari dalam kotak penalti. Babak pertama ditutup dengan skor 2-0.

Pada babak kedua, Persebaya masih mendominasi. Namun, permainan rapat dan disiplin lawan menyulitkan Persebaya untuk memaksimalkan semua peluang yang ada. Sampai babak kedua selesai, kedudukan tetap 2-0.

Sukses Persebaya semakin komplet setelah dua pemain mereka mendapat penghargaan. Taufik Hidayat tampil sebagai pencetak gol terbanyak dengan delapan gol. Sementara Dicky Kurniawan Arifin terpilih sebagai pemain terbaik. Klub Bali United yang menempati posisi keempat pada turnamen ini, mendapat penghargaan Tim Fair Play.

Sementara itu, Manajer Persipan Ahmad Zubaedi mengatakan, pihaknya sudah cukup puas bisa menggapai babak final Soeratin U-17. Menurut dia, keberhasilan timnya melaju ke babak final tidak disangka sama sekali. Sebab, di kompetisi tingkat nasional tersebut, Persipan tidak memasang target final melainkan hanya berpartisipasi saja.

“Tentu ini di luar dugaan kami. Kami tidak menyangka bisa melaju sampai sejauh ini,” kata Ahmad.

Ia menjelaskan, keberhasilan timnya melaju ke babak final karena para pemainnya bermain tanpa beban. Selain itu juga suntikan motivasi dari pelatih dan manajemen membuat pemain bermain sangat baik disetiap laganya.

“Kami tekankan, ini kompetisi yang baik untuk memperlihatkan kemampuan mereka karena ini ajang untuk menjual diri. Banyak klub-klub yang akan menyaksikan laga tersebut dan mereka termotivasi,” ujar Ahmad.

Selain itu, kata Ahmad, para pemain sudah melakukan persiapan latihan selama hampir satu tahun terakhir sehingga hubungan emosional terjalin. “Sepak bola tanpa latihan enggak mungkin menghasilkan prestasi. Kami latihan seminggu lima kali,” tutur Ahmad. (Fahmi Sai)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here