Kamis, 21 Juni 2018

FGD Bahas Risiko Tsunami

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyelenggarakan focus group discussion (FGD) tentang urgensi analisis risiko tsunami untuk critical infrastructure dalam menunjang zonasi kebencanaan di kawasan industri dan perkotaan, Rabu (14/2/2018). Kegiatan digelar di Aula Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon. Acara FGD tersebut membahas ARDEX (ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Sari Suryati saat membuka acara tersebut, dalam sambutan bangga atas terselenggaranya kegiatan ARDEX pada 2018. “Saya sangat bangga dan menyambut baik dengan adanya ARDEX di Kota Cilegon, ini merupakan langkah positif dalam menciptakan Kota Cilegon yang memiliki kesiapan serta ketangguhan dalam menghadapi bencana,” katanya sebagaimana dirilis Dinas Komunikasi dan Informasi Sandi dan Statistik (DKISS) Pemkot Cilegon.

Ia mengapresiasi mengenai sistem zonasi industri yang memiliki dasar hukum, sehingga dalam penerapannya lebih tertib dalam penanggulangan bencana. Kota Cilegon adalah sebuah kota di Provinsi Banten yang berada di ujung barat Laut Pulau Jawa, di tepi Selat Sunda, di mana memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi.

Kota Cilegon juga merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, yang didominasi oleh pertumbuhan industri berat dan petrokimia yang cukup pesat, untuk itu perlu penanganan khusus jika terjadi bencana. Di akhir sambutan, dia berharap, seluruh aparatur pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha daerah Kota Cilegon dapat terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, akan potensi bencana yang ada di Kota Cilegon. (HS)***


Sekilas Info

Pemudik Kendaraan Umum Turun 11 Persen

CILEGON, (KB).- Jumlah penumpang pengguna kendaraan umum selama arus mudik 2018 ini, mengalami penurunan hingga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *