Rabu, 19 Desember 2018
Pengunjung saat berfoto di Taman Mahkota Ratu Cikeusal.*

Festival Taman Mahkota Ratu Cikeusal Akan Digelar

SERANG, (KB).- Pemerintah Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal akan melaksanakan festival Taman Mahkota Ratu yang berlokasi di Desa Sukaratu, pada Sabtu-Minggu (18-19/8/2018). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin desa yang tahun ini akan dilakukan dalam skala lebih besar.

Kepala Desa Sukaratu Irman Supriatman mengatakan, pada acara tersebut rencananya akan diadakan beberapa perlombaan, seperti karnaval, pawai warga hingga penerbangan lampion. “Kegiatan tersebut sebenarnya agenda rutin tahunan desa, pada tahun 2017 pun desanya sudah mengadakan karnaval. Di tambah sekarang ada taman mahkota ratu makanya sekalian dikemas diisi disana termasuk karnaval juga,” ujarnya kepada Kabar Banten, Ahad (5/8/2018).

Irman menjelaskan, rencananya acara itu memang akan lebih besar dari tahun lalu. Walau demikian, semua itu bergantung pada donatur pendanaannya. Jika memungkinkan maka kegiatan itu akan besar, dan akan dikomunikasikan juga dengan dinas terkait. “Baru rencana sih. Bisa jadi kabupaten (skalanya), nanti saya menghadap ke ibu bupati juga karena ini kan terkait dengan pariwisata,” katanya.

Selama ini, kata dia, keberadaan taman mahkota ratu memang sudah cukup menarik banyak pihak. Pengelolaan taman tersebut dilakukan oleh BUMDes. Bahkan saat ini taman tersebut sudah bisa menyumbangkan PAD bagi desanya. “Alhamdulillah kami sudah adakan CSR juga santunan sama masjid, PAD sudah masuk dari taman itu,” ucapnya.

Pengunjung yang datang pun kini mulai ramai, terutama saat hari libur dan Sabtu Minggu. Kebanyakan pengunjung yang datang dari wilayah Serang Timur seperti Cikande, Bandung, Pamarayan, Petir, hingga Tunjung teja. “Disana itu ada spot foto doang sih, sama jembatan penghubung sawah,” katanya.

Irman menjelaskan, keberadaan taman mahkota ratu ini sebenarnya sudah lama. Pada awalnya taman ini hanya berupa saung pertanian, namun kemudian berubah menjadi taman baca dan taman bermain. Karena terus ramai dikunjungi, dirinya pun berinisiatif menjadikannya sebagai tempat wisata. “Kalau luasnya sekitar 5.000 meter persegi,” ucapnya.

Dirinya berharap kedepan, taman ini bisa terus berjalan dan ramai. Dirinya pun akan terus menambah beberapa item atau wahana permainan termasuk untuk edukasi dan juga outbond. “Terus bisa terasa untuk masyarakat kami melalui CSR nya, dan jadi sumber ekonomi masyarakat sekitar. Nah kalau acaranya nanti tanggal 18-19 Agustus, malam juga ada itu acara lampion juga,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)*


Sekilas Info

Aura Madinah di Banten Lama

WAJAH baru kawasan Kesultanan Banten atau dikenal dengan sebutan Banten Lama, mulai terlihat pada penghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *