Festival Maulid 2019 Kota Tangerang Terpusat di Kampung Berkelir

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) menggelar Festival Maulid 2019. Acara tingkat Kota Tangerang ini akan digelar di Kampung Bekelir, 8 – 10 November 2019.

Tak hanya itu, berbagai bintang tamu akan hadir meramaikan rangkaian acara tersebut. Mulai dari tablig akbar dengan penceramah Sayyid Syeif Alwi dan KH. Zuhri Yaqub. Gambus El Mahmud Tangerang yang siap mengguncang Kota Tangerang dengan kesyahduannya.

Festival Maulid yang digelar untuk kedua kalinya ini diisi sejumlah rangkaian acara di antaranya Kirab Merah Putih, Kirab Gunungan, Gerebeg Maulid, Lomba Pembacaan Rawi Pembacaan Nadzon, Kaligrafi, Mewarnai, Bazar Murah, Doorprize, Donor Darah, Berbagi Kebuli, Story Telling, Hadroh, Gambus hingga Qosidah.

“Saya berharap kegiatan ini bisa diikuti seluruh warga Kota Tangerang dari 13 kecamatan dan 104 kelurahan. Jangan sampai Festival Maulid kalah ramai dengan acara kota lainnya. Sehingga, budaya akhlakul kharimah bisa menjadi budaya masyarakat Kota Tangerang,” ujar Kepala Dispora Kota Tangerang Engkos Zarkasyi, Kamis (7/11/2019).

Tak hanya itu, puluhan UKM unggulan Kota Tangerang juga akan hadir meramaikan rangkaian acara. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangerang berharap masyarakat Kota Tangerang dapat turut menjadi bagian dalam kegiatan ini. Sehingga Festival Maulid bisa menjadi wadah komunikasi antar warga Kota Tangerang.

Lurah Babakan Abu Sofyan mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan. Salah satunya membentuk panitia lokal. Ia telah berkoordinasi dengan Dishub untuk mencari solusi mengurai kemacetan selama event berlangsung.

Ia juga berharap kegiatan tersebut mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat. “Mudah-mudahan masyarakat mendukung acara tersebut karena sifatnya syiar Islam,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan, festival maulid ini mengambil tempat di Kampung Berkelir sebagai bentuk untuk meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kita dapat meneladani perilaku Rasulullah dan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” katanya.

Festival Maulid ini, kata Sachrudin, juga sebagai wadah untuk membangun tradisi membaca rawi dan nazom di kalangan pemuda. “Tradisi seperti ini harus tetap dilestarikan, sehingga membutuhkan peran serta pemuda agar tradisi ini tetap berjalan,” tutur orang nomor dua di Kota Tangerang ini. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here