Kamis, 15 November 2018

Festival Film Pendek Pahlawan, Bangkitkan Nasionalisme Kearifan Lokal

CILEGON, (KB).- Jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata-kata itu keluar dari mulut Putra Sang Fajar sekaligus Presiden RI yang pertama Ir.Sukarno. Hal inilah yang mengilhami Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Cilegon Helldy Agustian dalam menggelar lomba festival film pendek (FFP). Sebanyak 11 film dari kreasi sineas muda Kota Cilegon beradu cerita dalam penayangan di grand final yang digelar di XXI Cinema Ramayana Cilegon, Rabu (29/11/2017).

Kegiatan grand final festival film pendektersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat Cilegon Hambasi Abdullah,Ketua PP Prov Banten Johan Arifin Muba,Budayawan,Perwakilan Disparbud,serta puluhan undangan lainnya. Kepada awak media Helldy Agustian mengaku,gagasan FFP tersebut dalam rangka Harlah Pemuda Pancasila dan Hari Pahlawan. “Masih susasana HUT Pemuda Pancasila dan Hari Pahlawan,kami menggagas lomba FFP dengan semangat kepahlawanan Banten. Dimana memang selama ini jarang dikenal oleh generasi muda kita,” katanya.

Helldy menjelaskan, kegiatan FFP ini juga untuk menumbuh kembangkan sejarah tentang geger cilegon kepada masyarakat Kota Cilegon, khususnya kepada guru-guru yang kebetulan hadir disini dan meminta kepada mereka untuk memberikan pemahaman sejarah lokal kepada anak didiknya. “Saya juga akan mendorong kepada dinas pendidikan agar tokoh pahlawan cilegon seperti Ki Wasyid,Kyai Arsyad Talwil dan lainnya dikenalkan kepada siswa dan siswi yang ada dikota cilegon dengan muatan lokal. Untuk hari Kamis sudah ada perwal yang menggunakan bebasan dan adat,kenapa tidak kalau sejarah ini bisa dimuat untuk kurikulum pendidikan,” ujarnya.

Selama ini, perhatian pemerintah terhadap sejumlah tokoh pahlawan sangat minim, bahkan peristiwa geger cilegon terkenal di Manado. Disana pahlawan cilegon dibuatkan Masjid dengan berbagai perhatian dari pemerintah. “Namun di cilegon sendiri selama ini kurang mendapat perhatian,bahkan tidak dikenal. Makanya dengan kegiatan ini kami mencoba menggugah masyarakat cilegon agar lebih mengenal kembali pahlawan yang melawan penjajah. Selain itu juga, kami akan mencoba membangun museum mini geger cilegon, dimana anak-anak sekolah bisa belajar disitu, sehingga mereka tidak akan melupakan sejarah,” tuturnya.

Kegiatan FFP mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya adalah Kabid Kebudayaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cilegon Tini Suswatini.Menurutnya, anak muda cilegon betul-betuk kreatif, sehingga perlu mendapat pembinaan langsung. “Yang pertama kami mengapresiasi, dan ini adalah terobosan untuk mencari sineas muda,dan Cilegon memang banyak yang kreatif, ini perlu dipertahankan. Yang selanjutnya kami siap mendukung para sineas muda tersebut untuk terus menggali potensi dan kebudayaan yang ada di Kota Cilegon, tidak menutup kemungkinan kami juga akan menggelar kegiatan FFP dengan tema yang lain,” ungkapnya. (Himawan Sutanto)***


Sekilas Info

Target PAD Kota Cilegon 2019, Pemkot dan DPRD Beda Persepsi

CILEGON, (KB).- Rapat gabungan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Cilegon 2019 telah selesai, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *