Jumat, 20 Juli 2018

Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa, LAZ Harfa Raih Juara I

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Harapan Dhuafa (Harfa) meraih Juara I unggulan model bisnis pemberdayaan sosial melalui optimalisasi dana zakat infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) pada acara Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa yang diselenggarakan 2-5 Mei 2018 di Semarang Jawa Tengah.

Direktur LAZ Harfa Indah Prihanande mengatakan, rasa syukur atas diraihnya penghargaan sebagai Juara I tersebut. “Ini kemenangan dari Allah. Saya hadir di panggung Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa mewakili LAZ Harfa, sebagai pemenang LAZ unggulan terbaik regional Jawa,” kata Indah kepada Kabar Banten, Jumat (4/5/2018). Tugas selanjutnya, kata Indah, siap-siap menuju kompetisi Festival Ekonomi Syariah Nasional.

“Sekali lagi, ini semata adalah kemenangan dari Allah, juga kemenangan teman-teman LAZ Harfa di lini manapun. Ini kemenangan Anda para muzzaki, para donatur. Juga kemenangan mustahik. Terima kawan. Terima kasih semuanya atas doa yang terpanjat, atas lelah yang meremukan tulang, atas peluh yang meluruhkan hati. Terima kasih juga kepada semua sahabat digerakan zakat yang telah menjadi partner terbaik bagi kami selama ini. Saatnya tundukan hati, mengembalikan semua yang terjadi hanya kepada yang Maha Segalanya. Tanpa-Nya, sungguh kita bukan siapa-siapa,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rahmat Hernowo, mengucapkan selamat kepada Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) atas terpilihnya LAZ Harfa sebagai Juara I unggulan model bisnis pemberdayaan sosial melalui optimalisasi dana Ziswaf pada acara Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa yang diselenggarakan 2-5 Mei 2018 di Semarang Jawa Tengah.

“Semoga semakin sukses dan semakin amanah mendampingi masyarakat miskin khususnya di Provinsi Banten serta menginspirasi lembaga sejenis untuk dapat terus bersemangat dalam pendampingan mustahiq LAZ Harfa meraih predikat Juara I kategori Pemberdayaan Ekonomi Sosial Regional Jawa,” ujarnya.

Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) tahun 2018 resmi dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo di Semarang, Rabu (2/5/2018). Dengan mengangkat tema Peningkatan Peran Pesantren dan Industri Halal dalam Pengembangan Ekonomi Syariah, penyelenggaraan Fesyar menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional.

“Pengembangan ekonomi pesantren, UMKM syariah, maupun industri halal sebagai suatu ekosistem yang utuh dalam local halal value chain (rantai nilai halal daerah) dengan memanfaatkan kearifan lokal masing-masing daerah, merupakan langkah yang tepat untuk mengoptimalkan besarnya potensi ekonomi syariah regional,” ujar Agus.

Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Di dunia internasional, kinerja ekonomi dan keuangan syariah juga memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Pada tahun 2016, volume industri halal global mencapai 4,15 triliun dolar AS dan diperkirakan meningkat hingga 6,78 triliun dolar AS pada tahun 2022.

“Indonesia merupakan pangsa terbesar bagi produk industri halal tersebut. Pada tahun 2016, volume pasar makanan halal di Indonesia mencapai 169,7 miliar dolar AS. Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi pasar Indonesia bagi produk halal,” ujarnya.

Melihat potensi itu, Bank Indonesia menyusun cetak biru bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Fokus utamanya adalah pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, dan riset, asesmen, serta edukasi ekonomi dan keuangan syariah. (MH)*


Sekilas Info

Kepadatan di Tol Tangerang Merak Dipengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Geliat ekonomi di Provinsi Banten dan Sumatera ternyata memengaruhi pertumbuhan volume atau trafik kendaraan di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *