Senin, 22 Oktober 2018
Sejumlah utusan BI Perwakilan Banten berfoto bersama Gubernur BI, Agus Martowardojo seusai pembukaan Festival Ekonomi Syariah di Semarang, Rabu (2/5/2018).*

Festival Ekonomi Syariah 2018: LAZ Harfa Banten Masuk Nominasi LAZ Unggulan

Bank Indonesia (BI) menggelar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) tahun 2018, di Semarang, Rabu (2/5/2018). Acara yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi gaung pengembangan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia dalam mendukung kemajuan ekonomi nasional.

Kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Peran Pesantren dan Industri Halal dalam Pengembangan Ekonomi Syariah” itu dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo. Dalam acara itu, LAZ Harfa Banten masuk nominasi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Banten yang didampingi H. Embay Mulya Syarief, yang diundang sebagai tokoh pelopor ekonomi syariah di Banten.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Rahmat Hernowo dalam rilisnya yang diterima Kabar Banten, Rabu (2/5), mengatakan, sebagai wujud nyata dukungan penuh bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional, Bank Indonesia memberikan kontribusi aktifnya dengan menyusun blueprint pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berlandaskan pada tiga fokus strategi utama.

“Pertama, pilar pemberdayaan ekonomi syariah. Kedua, pilar pendalaman pasar keuangan syariah. Ketiga, pilar riset, assesmen, dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah,” kata Rahmat Hernowo.

Pada kesempatan pembukaan Fesyar juga dilakukan simbolisasi pelaksanaan program Pemberdayaan Ekonomi untuk Penguatan Kemandirian Pondok Pesantren, yang terdiri dari 5 kegiatan. Pertama, pembentukan Pusat Informasi Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (PIKES) dan pengembangan model bisnis Kampoeng Batik Laweyan.

Kedua, peningkatan sinergi melalui linkage program antara BI, pondok pesantren, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan klaster binaan BI. Ketiga, penandatanganan komitmen bersama gerakan santri membatik mushaf Alquran. Selain itu, dilakukan pula penyerahan Rekor MURI untuk edukasi ekonomi syariah pelajar, dan terakhir pengumuman tokoh ekonomi syariah unggulan.

Fesyar yang dilakukan di Semarang ini merupakan Fesyar pertama dari tiga rangkaian kegiatan Fesyar menuju gelaran Festival Ekonomi Syariah Indonesia 2018 di Surabaya yang akan dilaksanakan akhir tahun 2018. Setelah kota Semarang, Fesyar selanjutnya akan diselenggarakan di kota Lampung dan NTB.

Sementara itu, H. Embay Mulya Syarief , memaparkan, berbagai dinamika telah mewarnai perjalanan perekonomian Indonesia di tahun 2017. Ke depan, menurut dia, ekonomi Indonesia dapat tumbuh secara berkelanjutan, seimbang, dan inklusif apabila partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan ekonomi dapat lebih ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Ekonomi dan keuangan syariah dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Di dunia internasional, kinerja ekonomi dan keuangan syariah juga memperlihatkan pertumbuhan yang pesat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Embay didaulat mendampingi nominator pesantren unggulan/nominator Lembaga Amil Zakat (LAZ) unggulan. Dalam Fesyar 2018 itu, BI Perwakilan Banten mengirim utusan yakni kesenian bernuansa Islami Rampak Beduk Ciwasiat, Kaligrafi, LAZ Harfa (nomine LAZ Unggulan, pesantren Manahijus Saadat KH. Sulaeman Effendi, (nominasi pesantren unggulan, entrepreuner muda syariah, duta ekonomi syariah dan tokoh pelopor ekonomi syariah. (Tresna Mulyana Wati)***


Sekilas Info

Indocomtech 2018 Sajikan Produk dan Edukasi Teknologi Terkini

JAKARTA, (KB).- Indocomtech 2018, pameran teknologi informasi dan komunikasi tertua di Indonesia akan kembali digelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *