Rabu, 19 Desember 2018

Febrika, Dekan Perempuan Termuda Pertama di Banten

Febrika, sosok dekan perempuan termuda pertama yang memimpin Fakultas Teknik Universitas Banten Jaya (Unbaja), tampaknya tidak hanya fokus dalam mengurusi tugas yang diembannya sebagai dekan.

Perempuan kelahiran Temanggung, Jawa Tengah pada 23 Februari 1984, juga mencintai alam. Terbukti dengan prodi jurusan yang ditempuhnya ketika berada di bangku kuliah, yaitu Teknik Lingkungan untuk S-1, dan Konservasi Lingkungan untuk S-2.

Pencapaian karier di usianya yang terbilang sangat muda untuk menjadi seorang dekan, tidak terlepas dari proses yang selama ini dia tekuni. Setelah lulus S-2 di Universitas Gajah Mada (UGM) pada tahun 2009, dia melangsungkan pernikahan dengan laki-laki yang hingga pada akhirnya membawanya ke Banten.

Pada tahun 2012, dia resmi menjadi dosen tetap di Unbaja. Selang satu tahun, yaitu pada tahun 2013, dia menjadi Ketua Prodi Teknik Lingkungan, hingga tahun 2017. Pengalamannya menjadi ketua prodi selama 4 tahun, membuatnya ditunjuk oleh rektorat menjadi dekan pada Fakultas Teknik.

Dekan muda yang memiliki dua anak, telah menjabat satu semester sebagai dekan, terhitung pada saat pelantikannya, yaitu bulan November 2017. “Saat ini, sedang fokus mempersiapkan Ujian Akhir Semester (UAS), serta persiapan akreditasi prodi Teknik sipil dan Teknik Industri,” katanya.

Aktivitasnya sebagai Dekan Fakultas di Unbaja, tidak menyurutkan rasa cintanya pada lingkungan. Bahkan alasan dia memilih mempelajari ilmu yang berkaitan dengan lingkungan, karena ingin kembali melestarikan alam yang telah terkontaminasi oleh tangan-tangan manusia.

Alam memiliki masalah yang sulit sekali ditanggulangi, tuturnya, baik masalah pada air, udara, dan tanah. Berbagai jenis kimia meningkat yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan, sedangkan kebutuhan alam juga meningkat, sehingga pada akhirnya lingkungan dieksploitasi secara bebas.

Terlepas dari kecintaannya pada lingkungan, sosok dekan murah senyum ini berniat untuk kembali belajar, mengejar gelar Doktor. “Kalau misal ada kesempatan untuk menjadi dekan lagi, saya mau belajar dulu. Jangan sampai nanti waktunya habis mengurusi fakultas, lantas akademik tertinggal,” katanya.

Dalam menjalani profesinya sebagai dekan, ia mempunyai semangat yang tinggi dalam membangun cita-citanya. “Harapan dalam memimpin fakultas, adalah sebuah perubahan yang dapat dilakukan. Dan, hal ini tentu akan membuat puas,” ucapnya. (Besta/KO)*


Sekilas Info

Hadapi Era Industri 4.0, SMK PGRI 3 Kota Serang Gandeng Industri

SERANG, (KB).- Pengelola sekolah menengah kejuruan (SMK) harus proaktif dalam menjalin kerja sama dengan industri, sebab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *