Fasilitas Komputer Terbatas, Ribuan Siswa SMP di Kabupaten Serang Belum Bisa UNBK

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat meninjau UNBK di salah satu SMP di Kabupaten Serang.*

SERANG, (KB).- Sebanyak 3.000 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat di Kabupaten Serang belum bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ribuan siswa tersebut kini masih melaksanakan ujian nasional kertas pensil (UNKP).

Hal itu dikarenakan Pemkab Serang masih memiliki keterbatasan jumlah komputer. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pada hari ini (Senin (22/4/2019)) murid SD dan SMP melaksanakan hari pertama UN. Namun demikian, di Kabupaten Serang belum semua siswa bisa melaksanakan UNBK.

“Belum semua siswa bisa UNBK, ada yang masih UNKP,” ujar Tatu saat meninjau pelaksanaan UNBK hari pertama di SMP Negeri 1 Petir, Senin (22/4/2019).

Tatu mengatakan, hari ini (kemarin) baru ada 62 SMP negeri, 71 swasta, 5 MTs negeri dan 179 MTs swasta yang bisa melaksanakan UNBK. “Yang belum UNBK atau masih UNKP ada 30 sekolah ini yang jadi kewajiban Pemda. Jumlah siswanya (yang UNKP) sekitar 3.000 siswa,” katanya.

Jika dihitung jumlah siswa yang belum dan dibuat dua shift per hari, maka dibutuhkan sekitar 1.500 komputer tambahan. Dirinya menargetkan 2020 semua sekolah bisa melaksanakan UNBK. “Mudah- mudahan bisa tercapai,” ucapnya.

Tatu menuturkan, untuk melengkapi komputer tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 9-10 miliar. Saat ini anggaran tersebut masih belum tersedia. Oleh karena itu, harus dianggarkan secara bertahap setiap tahunnya.

“Di perubahan juga kita anggarkan. Tapi di 2020 harus dipaksakan untuk komputer dulu. Pengadaan komputer 2019 ada 900 unit. Kalau mau dua shift berarti 1.500 komputer. Di 2020 kita target 1.000 komputer,” tuturnya.

Selain mengutamakan pengadaan komputer, Tatu juga ingin memastikan jaringan internet di tiap wilayah terjangkau. Sebab untuk melaksanakan UNBK, selain komputer, jaringan juga menjadi syarat utama. “Pak Kadis harus cek semua pelosok sampai ke desa yang diujung jangan sampai pengadaan komputer tapi enggak ada jaringan. Tahun kemarin lancar,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, dalam pelaksanaan UNBK masih ada keterbatasan komputer. Keterbatasan ini sebenarnya sudah diatasi melalui komunikasi dengan SMA/SMK. Namun belum semuanya.

“Contohnya di SMP Negeri 1 Petir, ini kekurangan fasilitas komputer. Makanya meminjam 40 unit komputer ke SMA 1 Petir, dan itu tidak ada masalah. Jadi satu ruangan ini dari SMA semua,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak boleh ada kendala selama pelaksanaan ujian ini. Dalam pelaksanaan UNBK dan UNKP sama saja, tidak ada yang dinomor duakan.

“Yang belum UNBK itu 3.098 siswa. Kalau dibagi dua shif maka harus disiapkan 1.500 komputer. Ini bisa disediakan dalam bentuk APBD, kalau kurang kita pinjam, tapi kita upayakan untuk pengadaan karena bukan hanya untuk ujian saja tapi juga pembelajaran,” katanya.

Dirinya pun sudah menyampaikan kepada disdik provinsi terkait masalah ini. Pemprov pun memperbolehkan untuk meminjam, asalkan tidak ada sewa menyewa.

“Hari ini ujian SD dan SMP, masing-masing empat mata pelajaran. Kalau yang enggak hadir belum ketahuan. Tapi yang enggak hadir bisa ujian susulan seminggu kemudian,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here