Fasilitas Belum Lengkap, Tiga Pasar Pemkab Serang Gagal Raih SNI

Tiga pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yakni Pasar Ciomas, Petir dan Tirtayasa belum berhasil meraih sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal itu karena ketiga pasar tersebut dinilai masih banyak fasilitas yang harus dipenuhi agar mendapat sertifikat SNI.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Abdul Wahid, sebelumnya pihaknya sudah sempat mengajukan tiga pasar agar mendapatkan label SNI. Namun sayang dari ketiga pasar itu belum ada yang berhasil meraih label SNI seperti yang diharapkan.

”Untuk mendapatkan label SNI memerlukan banyak sekali pembinaan standar. Ternyata belum memenuhi standar harus banyak pembinaan,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (13/1/2019).

Wahid mengungkapkan, salah satu syarat untuk mendapatkan label SNI yaitu pasar harus memiliki fasilitas seperti musala yang rapi, puskesmas pembantu, tempat menyusui hingga perpustakaan. “Kita masih belum ada standar itu. Fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) ada tapi belum rapi,” tuturnya.

Jika ingin mendapatkan label tersebut maka pasar tradisional itu harus mengejar prinsip tersebut. “Itu harus kita kejar ke sana, kalau sudah SNI berarti pedagang harus menjaga kebersihannya. Terus di situ ada tempat menyusui dan lainnya,” ujar Wahid.

Wahid mengatakan, selain mengejar SNI di tiga pasar yang sudah diajukan, pihaknya juga akan mengejar label SNI untuk pasar pemkab yang lainnya. Untuk itu, setiap pembangunan pasar baru kini akan dipersiapkan agar memperoleh label tersebut. Diskoperindag sedang mencoba untuk mendapatkan label SNI bagi pasar tradisional yang ada. “Alhamdulillah saat ini kita coba supaya dapat SNI,” ujarnya.

Wahid menjelaskan, standar SNI itu diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI) Jakarta. “Kita mengusulkan tapi harus dibina dulu,” ucapnya.

Oleh karena itu, demi terwujudnya pasar ber SNI, pihaknya kini sedang mengupayakan pembangunan pasar baru ke arah SNI tersebut. “Kita coba Pasar Padarincang dan yang baru supaya bisa memenuhi standarnya. Supaya bisa jadi contoh pasar lain,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here