Fakultas Pertanian Untirta Bahas Kurikulum Baru

SERANG, (KB).- Fakultas Pertanian Untirta melaksanakan Asistensi dan Pembahasan Kurikulum Tahun Akademik 2019 mulai Semester Gasal Tahun Ajaran 2019/2020, di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Pertanian Untirta, Senin (1/10/2018). Kegiatan tersebut bagian dari implementasi SK Rektor Untirta perihal Pengembangan Kurikulum mulai dari tingkat universitas, fakultas, sampai program studi.

Wakil Dekan Fakultas Pertanian Bidang Akademik, Susiyanti mengatakan, Fakultas Pertanian sudah menyelenggarakan berbagai workshop, termasuk mengundang berbagai pakar dan stakeholder dalam rangka mempersiapkan kurikulum baru. Menurut dia, kegiatan asistensi dan Pembahasan Kurikulum 2019 di Fakultas/Pascasarjana merupakan bagian dari upaya sistematis, massif, dan terstruktur dalam pengembangan Kurikulum 2019 Untirta.

“Kegiatan tersebut bagian dari implementasi SK Rektor Untirta perihal Pengembangan Kurikulum mulai dari tingkat universitas, fakultas, sampai program studi. Sekaligus kesepakatan dan rencana tindak lanjut, sebagai hasil Rapat Koordinasi Akademik dan Kurikulum I pada 3 April 2019, Rapat Koordinasi II pada 11 Juli 2019 dan Rapat Koordinasi III pada 30 Juli 2019. Berbagai jurusan/program studi di fakultas pertanian, juga memperhatikan kebijakan asosiasi profesi masing-masing dalam pengembangan Kurikulum 2019,” katanya kepada Kabar Banten.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), Syihabudin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kesempatan silaturahim pada Fakultas Pertanian melalui kegiatan asistensi dan pembahasan kurikulum 2019 ini.

“Kegiatan monitoring dan evaluasi kurikulum setiap program studi di Fakultas Pertanian menjadi kegiatan rutin program studi dan fakultas melalui POK. Karena kurikulum harus dinamis, dan setiap dua atau tiga tahun dilakukan revisi kecil, dan setiap lima tahun dilakukan evaluasi,” katanya.

Ia menjelaskan, sesuai dengan visi dan misi universitas serta dokumen resmi, maka secara umum, lulusan Untirta yang diharapkan adalah lulusan yang berkualitas, terdidik, terlatih, berdaya saing dan berkarakter sesuai kebutuhan stakeholders.

“Sesuai penjelasan pimpinan universitas, makna dari berdaya saing untuk tingkat universitas adalah terkait dengan Food Security (Ketahanan Pangan). Untuk pelaksanaan MKU berikutnya akan diupayakan lebih baik. Berbagai masukkan dan laporan perihal pelaksanaan MKU, khususnya di Fakultas Pertanian akan dibahas bersama oleh pimpinan universitas,” tuturnya. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here