Faktor Keamanan, Siti Aisyah Dibawa ke Jakarta

SERANG, (KB).- Siti Aisyah (25), mantan terdakwa hukuman mati kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Pimpinan Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, Rabu (13/3/2019) malam harus kembali ke Jakarta. TKI asal Kampung Ranca Sumur, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang itu dibawa langsung oleh pihak Kementerian Luar Negeri karena alasan faktor keamanan pascadirinya mendapat putusan bebas tidak murni dari Pemerintah Malaysia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Siti Aisyah dijemput sekitar pukul 21.00 WIB. Malam itu, tiga orang staf Kementerian Luar Negeri dengan kawalan lima personel kepolisian lengkap dengan senjata dari Satreskrim dan Satlantas Polres Serang Kota, mendatangi kediaman Siti Aisyah untuk membawanya kembali ke ibu kota.

Informasi ini dibenarkan Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandy. Menurut keterangan yang ia terima dari pihak Kemenlu, Siti Aisyah harus dibawa untuk alasan keamanan. Selain itu, kata dia, ada beberapa pertanyaan yang harus dikonfirmasi oleh Siti terkait kasus yang pernah dihadapinya di Malaysia.

“Iya, tadi malam Siti Aisyah ditelepon Kemenlu agar kembali ke Jakarta. Itu untuk faktor keamanan. Tadi malam sudah kita antar,” kata Kapolres membenarkan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon seluler, Kamis (14/3/2019).

Menurut Kapolres, Siti Aisyah akan tinggal sementara di Jakarta hingga keadaan menjadi kondusif. Namun, ia belum bisa memastikan sampai kapan Siti Aisyah akan tinggal di ibu kota. “Sampai kapannya, kami belum tahu yah. Menurut staf Kemenlu, dengan waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.

Tak bebas murni

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Siti Aisyah tidak bebas murni.”(Putusan pengadilan) itu dia bebas, tetapi dia tidak bebas murni,” ucap Lalu Muhammad Iqbal setelah acara penyerahan Siti Aisyah oleh Pemerintah Indonesia kepada keluarganya.

Jika ditemukan bukti baru yang memberatkan, Siti Aisyah masih dapat didakwa kembali. “Jadi, masih ada kemungkinan kalau suatu saat nanti didapatkan bukti-bukti baru, dia bisa didakwa. Karena itu, pengacara sempat meminta agar putusan bebas murni. Namun, hakim putuskan tidak bebas murni karena pertimbangan hakim sudah memutuskan ‘prima vacie’,” tuturnya.

Kasus pembunuhan Kim Jong-nam, dengan Siti Aisyah sebagai salah satu terdakwa pada 16 Agustus 2017 telah dinyatakan sebagai kasus “prima vacie”, yang berarti bukti dan saksi dinyatakan layak dan lengkap sehingga persidangan dapat dilanjutkan. “Namun, yang jelas sekarang Siti Aisyah sudah bebas sesuai arahan dan niat harapan kita. Sekarang sudah bebas, itu yang penting dulu saat ini,” ucap Iqbal.

Dia pun kembali menekankan bahwa Siti Aisyah bukanlah bebas bersyarat. “Ini bukan bebas bersyarat. Bebas tapi tidak murni. Ada kemungkinan kalau di masa mendatang ada bukti baru yang ditemukan bisa didakwa,” katanya. (Rifat Alhamidi/SJ/Ant)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here