Erick Rebiin, Menempuh Jalan Berliku

KURSI parlemen periode 2019-2024 banyak diisi mantan aktivis mahasiswa, organisasi pemuda, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Tak terkecuali di Kota Cilegon. Salah satunya adalah Erick Rebiin. Sebelum duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, pria kelahiran Cilegon 14 Mei 1976 itu dikenal sebagai aktivis LSM yang berani mengkritik pemerintah.

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini menuturkan perjalanan hidupnya yang penuh suasana kelam. Saat masih kecil dirinya hidup dalam keprihatinan. ”Usia 5 tahun saya sudah ditinggal bapak. Padahal umumnya anak seusia segitu, masih manja dan butuh pelukan kasih sayang dari kedua orangtua,” katanya.

Meski begitu, Erick kecil mampu menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri Pringori, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Lulus SD tahun 1989, ia melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Pulomerak, lulus tahun 1992.

Pada usia 8 tahun, Erick sempat menjadi pemulung. Karena, ia harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hari-harinya. Pekerjaan itu pun dilakukan karena dirinya mempunyai keinginan yang harus dia penuhi. Hal itu harus dilakukan sendiri.

”Saya masih ingat, apabila ingin punya uang jajan, saya suka mengumpulkan barang bekas seperti plastik, botol dan lainnya. Ibaratnya jadi pemulung pada saat itu, barang bekas yang sudah saya kumpulkan saya jual, uangnya buat jajan juga buat beli kaus kaki. Saya juga pernah jualan es bon-bon (gula-gula/permen) guna menambah uang jajan di sekolah,” ucapnya mengingat masa lalu.

Erick tidak gengsi melakukan pekerjaan yang dinilai banyak orang kurang mengenakkan itu. ”Bagi saya tidak ada gengsi, karena keterbatasan ekonomi dan saya sadar betul akan hal itu,” ujarnya.

Selepas dari SMP, Erick Rebiin melanjutkan sekolah ke Sekolah Teknik Menengah (STM) YKTB Bogor, dan lulus tahun 1995. Kemudian saya melanjutkan kuliah di Universitas Tirtayasa (Untirta) pada Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen, dan lulus tahun 2009.

Sebenrnya sikap kritis Erick sudah tumbuh di masa remaja, saat ia sekolah masih menggunakan seragam putih abu-abu. Sebagaimana remaja pada umumnya, masih mencari jati diri.

”Namanya juga remaja, wajar saja kalau mencari jati diri, tapi tidak terlalu menjurus ke pergaulan negatif seperti narkoba dan lainnya. Hanya kenakalan remaja saja dan tidak terlalu lama kemudian Erick pulang kampung. Tahun 1995 saya pulang ke Cilegon, saat itu masih menyatu dengan Kabupaten Serang,” tuturnya.

Setelah pulang kampung, dirinya mulai belajar berorganisasi sambil bekerja apa saja. Tahun 2003-2009 dirinya menekuni sejumlah organisasi mulai dari Karang Taruna Kelurahan Suralaya, jadi pengurus Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) 2003-2004, kemudian melangkah jadi pengurus Karang Taruna Kecamatan Pulomerak menduduki jabatan sekretaris (2004-2005).

Berbekal pengalaman berorganisasi di karang taruna, lalu Erick Rebiin bersama beberapa rekannya membentuk Forum Peduli Suralaya dan menjadi koordinator (2005-2008), berlanjut mendirikan Forum Paguyuban Masyarakat Kecamatan Pulomerak, dia pun sebagai Ketua (2007-2009). Setelah itu Erick membentuk organisasi Masyarakat Peduli Pendidikan, dan dipercaya menjadi ketua (2007-2009).

Selain di organisasi kepemudaan, Erick ternyata bergabung juga dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Erick pun dipercaya menjadi pengurus di Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Cilegon. Hingga kini ia sebagai Wakil Sekretaris PCNU Kota Cilegon (2015 – 2020). Selain itu juga menjadi pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kota Cilegon sebagai Dewan Pembina (2018-2022).

”Saat menjadi aktivis, saya sempat bersama kawan-kawan melakukan aksi demo terhadap pemerintahan yang saat itu menurut saya dalam melaksanakan pembangunan kurang merata. Berbekal data dan dukungan dari berbagai aktivis, saya melakukan orasi serta demo agar wilayah Pulomerak, terutama Suralaya diperhatikan,” ucap ayah dari M. Wafiqurrizky Nugraha ini.

Sekitar tahun 2009, Erick Rebiin mulai melirik organisasi partai politik (parpol). Pertama kali dirinya masuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tidak puas sampai disitu, kemudian sekitar tahun 2010 dirinya berganti haluan ke Partai Nasdem. Di Parpol yang baru dimasukinya itu, dia dipercaya menduduki jabatan sekretaris (2010-2013). Erick Rebiin sempat menjadi Ketua DPD Nasdem tahun 2013-2016, dan sekarang menjabat Sekretaris DPD Nasdem Kota Cilegon.

”Saya masuk ke dunia politik ingin memahami apa sebetulnya politik. Mungkin disinilah saya bisa lebih jauh mencoba memperjuangkan amanat masyarakat melalui lembaga legislatif. Saya sadar betul, menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain saja, saya sudah bersyukur. Satu kata yang perlu diingat, Allah tidak akan pernah salah dalam memberikan rezekinya,” ucap suami dari Herawati. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here