Enam PPS Kota Serang Diperiksa Panwaslu

SERANG, (KB).- Enam Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kota Serang diperiksa Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Serang, Rabu (24/1/2018). Mereka diperiksa atas laporan bakal pasangan calon (bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang dari jalur perseorangan, Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri.

Keenam PPS yang diperiksa, yaitu PPS Unyur, PPS Cimuncang, PPS Cipare (Kecamatan Serang), PPS Tegalsari, dan PPS Kiara (Kecamatan Walantaka), serta PPS Sepang di Kecamatan Taktakan. Pemeriksaan dipimpin langsung anggota Panwaslu Kota Serang, Faridi.  “Selama menjalani pemeriksaan, PPS didampingi oleh PPK dan KPU,” kata Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Kecamatan Serang, Patrudin kepada Kabar Banten.

Para PPS yang dimintai keterangan membawa sejumlah dokumen yang dibutuhkan, utamanya B1-KWK atau daftar nama pendukung dan lampiran KTP elektronik atau suket, alat kerja, absensi, foto, serta berita acara.  Pihaknya siap mengadvokasi PPS yang diperiksa dan selama proses verifikasi faktual (verfak), PPK turun langsung mendampingi PPS. “Jadi, kami sangat siap kapan pun diperiksa panwaslu.

Berdasarkan pantauan kami, proses rapat pleno di tingkat PPS dan PPK saat itu berjalan baik dan kondusif. Panwascam menerima dan tim sukses juga tidak ada yang memberikan catatan secara tertulis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPK Walantaka, Samsul Anwar Kasa menjelaskan, selama verfak, memastikan seluruh verifikator menerapkan SOP (standar operasi prosedur) sesuai ketentuan. Semua pendukung didatangi, kemudian ditanyakan keabsahan dukungannya. “Jika dia menyatakan kebenaran dukungan, maka dinyatakan memenuhi syarat (MS). Sebaliknya, jika pendukung tidak mengakui dukungannya, maka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS),” ucapnya.

Jika kemudian saat verifikator datang ke rumah pendukung, yang bersangkutan tidak ada, maka status dukungan dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS). Ia menuturkan, pendukung yang BMS tersebut, kemudian dikumpulkan timses atau dapat datang langsung ke PPS. “Jika sampai batas akhir, mereka tidak ke PPS, maka ketentuannya, mereka jadi TMS,” tuturnya.

Divisi Teknis KPU Kota Serang, Fierly MM mengatakan, hal tersebut sudah kedua kali pihaknya berhadapan dengan laporan dari bapaslon, Agus Irawan-Samsul Bahri. Pertama, KPU sudah menjalankan rekomendasi Panwaslu yang diterbitkan pada Kamis (18/1/2018). Saat itu rekomendasi panwaslu memerintahkan KPU melakukan verfak ulang di 3 PPS, terhadap 26 nama pendukung, yaitu PPS Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, dan Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen.

“Sekuat tenaga kami akan patuhi semua regulasi pilkada. Sementara itu, proses verifikasi administrasi (vermin) terhadap dokumen dukungan perbaikan dari bapaslon, Agus Irawan-Samsul Bahri memasuki hari ketiga. Vermin sudah dilakukan sejak Senin (22/1/2018) dan ditarget selesai pada Jumat (26/1/2018),” katanya.

Ia menuturkan, vermin dilakukan secara terbuka di kantor KPU oleh PPK, disaksikan panwascam, timses, serta dijaga aparat keamanan baik dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Vermin adalah tahapan di mana verifikator meneliti satu per satu dokumen B1-KWK perbaikan untuk menemukan dukungan yang TMS. Seperti data ganda, pemilih yang berstatus ASN atau penyelenggara pemilu, serta data pendukung yang tidak dilengkapi dokumen. Hasil vermin nantinya dibawa ke rapat pleno KPU dan dituangkan dalam BA.2-KWK. (TM)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here