Enam PDP Covid-19 di Pandeglang Meninggal Dunia

PANDEGLANG, (KB).- Sejak wabah Covid-19, tercatat ada 18 orang di Pandeglang yang terdeteksi PDP atau pasien dalam pengawasan. Dari jumlah tersebut, 6 (enam) orang telah meninggal dunia, 6 lainnya dinyatakan sembuh dan sisanya 6 orang lagi dalam perawatan.

Data tersebut terungkap dalam rapat tim gugus tugas Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Bupati Pandeglang di pendopo, Rabu (15/4/2020).

Rapat tersebut juga dihadiri Sekda Pandeglang Pery Hasanudin, Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto, Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf. Deny Juwon Pranata, Ketua MUI Pandeglang KH. Hamdi Ma’ani, Kepala Kantor Kementerian Agama Pandeglang H. Endang, para asisten daerah, kepala badan, dinas dan kepala bagian serta jubir Covid-19 dr. Achmad Sulaeman.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, sementara dalam dua bulan terakhir (Maret-April) jumlah warga yang terdeteksi ODP atau orang dalam pengawasan sebanyak 791 orang.

Dari jumlah tersebut, kata Irna, sekitar 622 orang sudah keluar dari pantauan dan 108 orang masih dalam pemantauan.

“Ini berkat kerja keras semua pihak dan kita berharap kasus penyebaran Covid-19 di Pandeglang segera berakhir,” ujar Irna.

Ia menyatakan, meski warga tercatat PDP dan ODP belum dipastikan positif Covid-19, jika meninggal dunia proses pemulasarannya harus sesuai aturan negara.

”Saya harap kita punya tempat khusus untuk memandikan jenazah, karena harus kita perlakukan dengan baik,” ucapnya.

Irna juga mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh tim medis dan tim gugus tugas dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pandeglang.

“Kita harus terus berupaya penanganan cepat dan ambil keputusan supaya tidak melebar. Sekarang kita sudah menekan berbagai kegiatan dan koordinasi harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Menurut Irna, penyebaran virus corona akan berhenti jika semua pihak melaksanakan disiplin dan taat terhadap aturan yang telah dibuat.

“Kita harus patuhi protokol kesehatan, protokol komunikasi. Tetap jaga jarak, gunakan masker dan cuci tangan pakai sabun. Dengan cara ini penyebaran virus akan terputus,” kata Irna.

Sementara juru bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Covid- 19 Pandeglang dr. Acmad Sulaeman mengatakan, pencegahan dengan cara mencuci tangan pakai sabun cara efektif untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Sebab, virus tersebut akan mati jika terkena sabun dan alkohol.

“Covid -19 memiliki titik lemah yaitu lapisan gliko protein, lapisan ini akan terurai dalam waktu 2-3 menit jika kontak dengan sabun dan alkohol,” ujarnya.

Menurut Sulaeman, penularan virus corona tersebut harus lewat droplet atau percikan yang dikeluarkan oleh orang yang positif Covid-19. Droplet ini, kata dia, bisa turun dimana saja dan bisa di benda yang ada di sekitarnya.

“Makanya prinsip cuci tangan pakai sabun itu sangat efektif, dengan sabun apapun,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here