Enam Mantan Koruptor Diberhentikan dari ASN Kabupaten Serang

SERANG, (KB).- Sebanyak 6 orang mantan koruptor yang masih aktif menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang diberhentikan.

Pemberhentian itu sebagai tindak lanjut adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yakni BKN, Menpan-RB dan Kemendagri yang harus memberhentikan seluruh mantan napi korupsi yang masih aktif menjadi ASN.

Kepala Bidang Pengembangan Karier Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Surtaman mengatakan, pemberhentian terhadap ASN mantan napi korupsi sudah dilakukan sejak Desember 2018 lalu.

Ia mengatakan, keenam orang ASN tersebut antara lain bekerja di DPKPTB, Bappeda, Disdikbud dan sisanya di kecamatan. Lima orang di antaranya diberhentikan saat masih aktif bekerja dan seorang sudah pensiun.

“Kalau untuk yang pensiun tidak lagi menerima dana pensiun, karena kalau dia sudah pensiun SK pensiunnya tidak keluar, SKnya yang keluar dari BKN itu SK pemberhentian itu,” ujarnya, Kamis (31/1/2019).

Ia mengatakan, pemberhentian itu baru dilaksanakan karena dulunya kepala daerah banyak mempertimbangkan seperti salah satunya melihat dari aspek sosial. Sebab, banyak ASN yang terjerat kasus tipikor bukan karena kesalahan murni. Akan tetapi, kesalahan administrasi.

“Se-Indonesia itu ada 3.000 orang yang diberhentikan, hampir seluruh daerah. Yang diberhentikan ini kasusnya sudah lama, ada yang 2012, 2013 dan ada juga yang 2010 kasusnya,” katanya.

Namun dengan keluarnya SKB tiga menteri, kata dia, mau tidak mau harus diberhentikan. Jika tidak dilaksanakan, bupati dan sekretaris daerah (sekda) akan kena sanksi. “Tapi di SKB itu tidak dibunyikan sanksinya apa, pokoknya akan diberikan sanksi, ya bisa saja sanksinya beberpa bulan gajinya (tidak diberikan),” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here