Enam Kecamatan di Kabupaten Pandeglang Zona ODP Covid-19

PANDEGLANG, (KB).- Enam kecamatan di Kabupaten Pandeglang masuk zona rawan sebaran warga yang dikategorikan Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah daerah telah memfokuskan penanganan di daerah yang warganya tercatat ODP dalam kasus penyebaran Covid-19.

Bupati Irna Narulita menegaskan, penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 diharapkan satu visi, sehingga petugas bisa fokus seperti apa pencegahan dan penanganannya.

Soalnya, kata Irna, saat ini dirinya bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 fokus pada wilayah yang termasuk zona sebaran ODP yang angkanya paling tinggi.

“Seperti kita ketahui, di Pandeglang ada 6 kecamatan yang masuk zona merah sebaran ODP paling tinggi. Di antaranya Kecamatan Saketi, Carita, Cimanuk, Mekarjaya, Angsana dan Kecamatan Sumur. Jadi, kita akan fokuskan penanganannya di situ,” ucap Bupati Pandegang Irna Narulita kepada Kabar Banten, Sabtu (4/4/2020).

Ia mengatakan, saat ini pemerintah daerah bersama relawan, swasta, akademisi saling bahu membahu mencegah penyebaran dan penanganan virus corona.

“Kita akan anilisis, apa penyebabnya, apakah karena di dalamnya saling terinfeksi atau memang faktor urban atau pendatang dari luar,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut di enam kecamatan tersebut, pemerintah bisa mengambil langkah karantina wilayah. Tetapi hanya untuk tingkat desa/kampung agar virus tersebut menyebar ke kampung lainnya.

“Jadi kita akan prioritaskan di daerah tersebut. Soal pencegahan dan penanganannya, seperti penyemprotan disinfektan, jumlah tenaga medisnya, sosialisasi, edukasi dan lain sebagainya tanpa mengabaikan daerah lain. Hanya saja lebih memfokuskan di wilayah yang terdapat ODP paling banyak,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto meminta tim gugus tugas Covid-19 fokus dan bekerja sesuai dengan tugas masing-masing.

“Upaya tersebut harus dilakukan agar penanganan Covid-19 bisa optimal sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here