Emus Mustagfirin: Tindak Truk Pasir

Ketua Organda Banten H. Emus Mustagfirin, meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah agar menindak tegas truk tronton pengangkut pasir basah yang melintas bebas di jalur Kota Pandeglang. Maraknya truk masuk wilayah Pandeglang sangat mengganggu arus lalu lintas dan bisa merusak badan jalan.

“Saya banyak menerima aduan masyarakat transportasi resah dengan angkutan pasir basah. Jadi, saya minta tuh pemerintah daerah khususnya aparat penegak perda agar menertibkan truk tersebut,” kata Ketua Organda Banten H. Emus Mustagfirin kepada Kabar Banten, di Pandeglang, Jumat (18/10/2019).

Ia menjelaskan, sebetulnya pemerintah daerah sudah punya peraturan bupati (perbup) nomor 8 tahun 2007. Perbup itu mengatur tentang larangan truk tronton masuk jalan kota Pandeglang, karena dampak truk merusak badan jalan. Emus berharap truk pengangkut pasir basah tersebut masuk jalur AMD lintas timur.

“Iya, dulu waktu Bupati Pandeglang Dimyati sudah menerbitkan perbup larangan tronton. Perbup itu lahir atas desakan masyarakat transportasi Pandeglang yang merasa tidak nyaman masuknya truk pengangkut pasir, karena merusak jalan. Namun keberadaan perbup itu sampai sekarang belum dicabut, sehingga aparat penegak perbup harus menegakkan kembali peraturan tersebut,” ujar Emus.

Menurut dia, munculnya aspirasi warga untuk melarang truk tronton masuk Pandeglang harus segera ditindaklanjuti. Sebab, jika tidak ditangani khawatir bisa membuat warga untuk melakukan tindakan sendiri. (Endang Mulyana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here