Empat Komoditas Unggulan Kabupaten Lebak Incar Pasar Dunia

Gula aren, salah satu komuditas unggulan kabupaten Lebak.*

Pemerintah Kabupaten Lebak terus berupaya untuk mengembangkan empat komoditas produk unggulan yang telah berhasil menembus pasar mancanegara. Keempat produk unggulan yang mulai berkembang itu adalah pengelolaan pisang, pengelolaan ikan, kerajinan bambu serta gula aren.

Kepala Seksi Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Sutisna menyatakan, berkembangnya empat komoditas produk unggulan itu, karena didukung bahan baku melimpah dan tidak mendatangkan dari luar daerah.

”Kami mengapresiasi produk unggulan yang telah mampu menembus pasar ekspor, seperti produk gula aren dan kerajinan bambu. Kami optimistis, melalui pengembangan produk unggulan itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, menumbuhkan pelaku ekonomi baru, yang tentunya akan dapat menyerap tenaga kerja,” kata Sutisna, Jumat (9/11/2018).

Menurut dia, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pendapatan pelaku usaha dari empat komoditas produk unggulan tersebut bisa mencapai miliaran rupiah per bulan.

”Sebagai bentuk tanggung jawab untuk pengembangan usaha kerakyatan itu, Pemerintah daerah mengoptimalkan pembinaan guna meningkatkan diversifikasi produk melalui pelatihan ke berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Bandung, Tasikmalaya dan Bogor Jawa Barat, serta pemberian sertifikasi pangan organik internasional dan sertifikasi halal yang diterbitkan MUI,” ujarnya.

Dari keempat produk unggulan itu, produk kerajinan bambu hasil produksi CV Shaniqua Marigold Bamboo tidak hanya berhasil menembus pasar ekspor, tapi juga telah mengharumkan nama daerah Lebak dan Banten di mata industri nasional.

Melalui produk Shaniqua Marigold Bamboo, Pemprov Banten telah memperoleh penghargaan produktivitas Paramakarya Tahun 2017 dari Presiden RI yang diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di Gedung Serbaguna Kementerian Keternagakerjaan di Jakarta, awal Agustus 2017 lalu.

Dalam penganugerahan paramakarya tahun 2017 tersebut, Wapres RI Jusuf Kalla memberikan penghargaan kepada 30 perusahaan se-Indonesia yang terdiri dari 1 perusahaan besar, 14 perusahaan menengah, dan 15 perusahaan kecil.

Salah satu perusahaan tersebut CV Shaniqua Marigoold Bamboo asal Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten yang bergerak di bidang furniture dari bambu dinyatakan layak menerima penghargaan setelah sebelumnya telah dilakukan penilaian oleh dewan juri dengan nilai 514,4.

Terpisah, Direktur CV Shaniqua Marigold Bamboo Pasir Ona Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Khaerul Pulungan mengatakan, pihaknya memproduksi alat-alat rumah tangga seperti kursi sofa dan tempat tidur dengan menyerap 100 tenaga kerja. Produk kerajinan itu diekspor ke Prancis, Jerman, Portugal dan Belanda.

“Semua produksi itu menggunakan bahan baku bambu lokal yang tersedia cukup di Kabupaten Lebak,” tutur Khaerul Pulungan. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here