Embay Mulya Syarief: Musyawarah Cara Efektif Jaga Kerukunan di Banten

KETUA Forum Pembauran Kebangsaan Banten Embay Mulya Syarif saat menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan kewarganegaraan dan koordinasi pembauran kebangsaan tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banten di Kantor Kesbangpol Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (17/2/2020).*

SERANG, (KB).- Musyawarah menjadi cara efektif untuk menjaga kerukunan dalam keragaman Banten yang terdiri atas berbagai etnis dan agama. Musyawarah digunakan untuk mempertemukan berbagai kepentingan, sehingga ditemukan solusi terbaik dan diterima oleh semua kalangan.

Hal itu terungkap dalam kegiatan pembinaan kewarganegaraan dan koordinasi pembauran kebangsaan tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banten di Kantor Kesbangpol Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (17/2/2020).

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Banten Embay Mulya Syarief menuturkan, musyawarah merupakan ajaran Islam yang disebutkan berkali-kali dalam Alquran.

“Musyawarah itukan perintah yah, yang berulang-ulang dalam Alquran. Sebagai umat Islam, kita harus melaksanakan itu,” katanya.

Melalui musyawarah akan terjadi silaturahmi intelektual guna memecahkan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Musyawarah itu bisa terlaksana kalau masing-masing punya etikat baik,” ucapnya.

Manfaat musyawarah telah dibuktikan para pendiri bangsa dalam merumuskan empat pilar. Keragaman Indonesia yang berkembang pada saat itu tak membuat mereka pecah belah, malah berhasil merumuskan empat pilar yang terjaga sampai saat ini.

“Para pendiri negeri ini tanpa musyawarah mustahil negara ini ada. Karena kita tahu sukunya banyak, agamanya banyak, tapi kok bisa kompromi, meyatukan pemikiran itu dan kemudian bisa menyepakati empat pilar, dari mulai Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, kemudian NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Itukan hasil musyawarah,” katanya.

Musyawarah hendaknya dilakukan dengan tenang dan tak selalu mengedepankan ego masing-masing.

“Kalau bicara bahasa misalnya, bahasa kita ini kalau mayoritas kan Jawa, tapi kenapa bahasa melayu yang minoritas, itu luar biasa, tanpa kesepakatan itu mustahil. Jadi di sini pentingnya musyawarah dalam berbagai hal,” ucapnya.

Ia menekankan, keragaman di Banten harus terus dijaga dan disampaikan kepada generasi berikutnya. Ini untuk mengantisipasi kesalahpahaman generasi bangsa dalam hidup bermasyarakat di tengah keragaman.

“Di Banten inikan yang namanya toleransi sudah sangat familiar. Kita lihat saja situs purbakala di Banten kan, begitu masya Allah yah sangat indah. Tapi kalau ini tidak dijaga, kan anak-anak sekarang banyak yang mungkin terpapar oleh macam-macam itu, inikan bahaya. Kalau terjadi keributan kan yang kasian orang miskin, orang kecil,” tuturnya.

Plt Sekretaris Badan Kesbangpol Banten Maman Suratman menuturkan, dalam konstitusi telah dijabarkan bahwa warga negara wajib membela negaranya.

“Kita mempunyai kewajiban bela negara terkait NKRI yang kita cintai,” ujarnya.

Ke depan forum pembauran kebangsaan memiliki tugas kepentingan terutama dalam menjaga keragaman di Provinsi Banten.

“Forum Pembauran Kebangsaan berdiri atas amanat Permendagri tentang Pembauran Kebangsaan di Daerah. Demikian juga di Banten atas amanat keputusan gubernur,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here