Ekskavasi di Keraton Surosowan, Tim Arkeologi Temukan Fragmen Barong

Mahasiswi arkeologi asal Universitas Indonesia menunjukkan temuan pecahan keramik baru yang ditemukan saat ekskavasi arkeologi (penggalian situs cagar budaya) Srimanganti atau ruang tunggu sultan di Kawasan Keraton Surosowan Banten, Ahad (18/8/2019).*

SERANG, (KB).- Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten bersama mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) kembali menemukan beberapa pecahan gerabah, keramik, dan genting selama dua bulan ekskavasi atau penggalian di kawasan eks Kesultanan Banten, di Halaman Keraton Surosowan. Tim arkeologi menemukan beberapa benda yang cukup menarik, salah satunya fragmen firugin berbentuk barong.

Seorang mahasiswi Arkeologi dari UI Ni Putu Ayu Ajnadewi Prabharani mengatakan, penemuan unik dan menarik, yaitu sebuah fragmen figurin berbentuk barong ditemukan pada galian sedalam 40 sentimeter di bawah permukaan tanah. Menurut dia, dalam sejarah tidak ada kesultanan manapun terutama Islam yang memiliki figurin tersebut.

Ia menduga, fragmen figurin berbentuk barong tersebut, merupakan hadiah dari kerajaan atau rekan dari sultan di Banten. “Unik sih ini, kami bisa temukan fragmen ini di dalam kawasan keraton Islam. Karena, memang di sejarah itu tidak ada. Tapi dugaan sih, ini hadiah atau kado dari tamu sultan di Banten,” katanya, Ahad (18/8/2019).

Ia menuturkan, beberapa temuan hasil penggalian dia bersama teman-temannya, yaitu pipa cangklong, pecahan gerabah, pecahan keramik, logam, tulang hewan herbivora, pecahan sendok, dan logam atau besi. “Ini ada beberapa yang masih diragukan. Seperti tulang herbivora dan logam, itu kami belum tahu jelasnya seperti apa,” ujarnya.

Pelaksana Lapangan dari BPCB Banten Yanuar Mandiri mengatakan, temuan-temuan tersebut, sementara ini tersimpan di Pusat Penelitian. Ia mengatakan, ada beberapa temuan benda yang cukup menarik perhatian dia dan juga tim saat penggalian. “Ini baru kami temukan, mata uang Banten inskripsi bertulis Ratu Ing Banten. Kemudian, ada genting sirap, terus ada juga pecahan keramik baru,” ucapnya.

Namun, untuk jumlah dari mata uang yang ditemukan, pihaknya belum melakukan inventarisasi, karena masih ditemukan di beberapa titik kotak galian lainnya. Ia menjelaskan, sejumlah mata uang yang berhasil ditemukan oleh timnya. Mulai dari mata uang VOC hingga mata uang Banten.

“Nanti setelah selesai ekskavasi baru kami inventarisasi semuanya. Ini juga ada mata uang dari VOC, Cina, dan Banten. Mata uang dari VOC itu beragam, ada yang abad 17 dan 18. Kemudian, mata uang Cina itu ada yang abad 15 dan 16, sedangkan mata uang Banten itu pada masa Pemerintahan Maulana Muhammad,” tuturnya.

Selain itu, ditemukan juga fondasi yang diduga saluran air menuju kanal yang berada tidak jauh di sekitar lokasi. Namun, belum dipastikan apakah benar saluran air menuju kanal atau saluran pembuangan. “Iya kemarin itu ditemukan struktur yang diduga saluran air. Nanti ada penanganannya sendiri kalau untuk itu,” katanya.

Sementara ini, baik dari BPCB Banten maupun mahasiswa UI mengatakan, lebih banyak menemukan pipa cangklong dan pecahan keramik serta gerabah, sedangkan untuk Sri Manganti saat ini masih dalam proses penggalian. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here