Minggu, 23 September 2018
Namin, Ketua DPRD Kota Serang.*

Eksekutif dan Legislatif Beda Pendapat, Raperda PUK Masih Alot

SERANG, (KB).- Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan usaha kepariwisataan (PUK) Kota Serang hingga kini belum ada kejelasan. Hal tersebut karena masih terdapat perbedaan pendapat antara legislatif dan eksekutif. “Yang bikin alot itu ada beberapa teman-teman pansus, di mana rumah bernyanyi ini tidak boleh diizinkan seperti karaoke dan lainnya. Jadi ada perbedaan pendapat, maka sangat wajar jika mulur waktunya sangat panjang,” ujar Ketua DPRD Kota Serang, Namin kepada Kabar Banten, Senin (5/3/2018).

Ia menyarankan agar panitia khusus (pansus) segera mengundang stakeholder seperti ulama dan tokoh masyarakat untuk menindaklanjuti pembahasan raperda tersebut. “Ini sudah lama, tapi kami harapkan pembahasan tetap dijalankan. Targetnya tahun ini sudah selesai, kalau tidak selesai ini akan menjadi beban moril. Pembahasan akan tetap dilanjutkan dan para ulama pun akan dilibatkan dalam pembahasan Raperda PUK. Sehingga, usulan dari para ulama dapat diakomodasi dalam memperbaiki Raperda PUK tersebut,” ucapnya.

Pembahasan yang masih belum rampung membuat Raperda tersebut belum bisa disampaikan ke provinsi. “Jadi untuk diberikan ke provinsi sendiri belum bisa, tapi kami cepat melakukan pembahasan dengan masyarakat atau ulama dulu,” tuturnya. Meski demikian, raperda yang belum rampung tersebut tidak akan menghalangi investor untuk membuka usahanya di Kota Serang, terutama bagi investor yang ada di bidang hiburan.

“Bisa menggunakan regulasi dulu yaitu regulasi induk, untuk beberapa aturan yang belum diatur. Bahkan jika usaha itu tidak membuat gejolak bisa dibuat Perwal. Investasi tidak akan terganggu,” ucapnya.

Sebelumnya, DPRD Kota Serang menargetkan Raperda tentang PUK rampung akhir Januari. Menurut Namin, kehadiran Perda tentang PUK sangat penting untuk mengatur usaha wisata di Kota Serang. Apalagi saat ini sudah ada usaha pariwisata yang berjalan, seperti bioskop Cinemaxx di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang. (TM)***


Sekilas Info

47 Desa di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan

SERANG, (KB).- Sebanyak 47 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Serang kesulitan mendapatkan air bersih, karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *