Rabu, 22 Agustus 2018

Eks Pejabat BPBD Kota Tangerang Dibui 20 Bulan

SERANG, (KB).- Mantan Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Afdiwan divonis 20 bulan penjara. Vonis tersebut dijatuhkan karena Afdiwan dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana pungutan liar (pungli) sertifikat keselamatan kebakaran terhadap 21 perusahaan pemilik dan pengelola gedung di Kota Tangerang tahun 2016 lalu.

“Mewajibkan terdakwa (Afdiwan) membayar denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama 1 bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim Yusriansyah saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Serang, Kamis (23/11/2017).

Menurut majelis hakim perbuatan terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001. “Sesuai dengan dakwaaan keempat penuntut umum,” kata Yusriansyah dalam sidang yang dihadiri JPU Kejari Tangerang Desi Marjanti.

Dalam pertimbangan putusannya, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan kasus korupsi dan tidak memberikan contoh yang bagi bagi bawahannya serta masyarakat sebagai hal yang memberatkan. “Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan, menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi serta terdakwa memiliki tanggungan keluarga,” ucap Yusriansyah.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Tangerang yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan.  Berdasarkan isi vonis, kasus pungli tersebut bermula saat terdakwa menemui R. Irman Pujahendra selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang. Ketika itu, terdakwa mengeluh minimnya kesejahteraan staf bidang Rehabiltasi dan Rekontruksi BPBD Kota Tangerang.

Irman kemudian secara tertulis mengalihkan tugas kegiatan sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa dari Bidang Pencegahan dam Kesiapsiagaan BPBD Kota Tangerang kepada bidang terdakwa.  Sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang berwenang memeriksa lapangan, kinerja sistem proteksi kebakaran dan  sarana penyelamatan jiwa seluruh gedung di Kota Tangerang.

Sebelum memulai kerjanya, terdakwa bertemu dengan Gunawan, Heno Harsono, Zaenal dan Ucok Negara di BPBD Kota Tangerang. Hasil pertemuan tersebut mereka sepakat pengurusan sertifikasi keselamatan kebakaran dikenakan biaya Rp 10 juta. Untuk perusahaan yang lebih besar dikenakan biaya besar. Sedangkan untuk perhotelan ditetapkan dengan biaya yang sama.

Sertikat keselamatan kebakaran tersebut adalah salah satu syarat memperpanjang sertifikasi laik fungsi atau SLF. Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bangunan Gedung tidak dipenuhinya syarat tersebut berakibat hukum administrasi dan pidana. Juli 2016 terdakwa mengundang 21 pemilik dan pengelola gedung untuk datang ke kantor BPBD Kota Tangerang.  Terdakwa menyampaikan kewajiban bagi bangunan untuk memiliki sertifikat keselamatan kebakaran.

Untuk meyakinkan para pemilik dan pengelola gedung pungutan tersebut bersifat resmi. Padahal perbuatan terdakwa tidak memiliki dasar resmi atau landasan hukum. Total uang yang berhasil dikumpulkan tersebut sebesar Rp 425 juta. Uang ratusan juta tersebut tidak dinikmati sendiri oleh terdakwa. Gunawan, Heno Harsono, Zaenal, Ucok Negara dan pegawai BPBD Kota Tangerang juga menikmati uang tersebut yang jumlahnya bervariasi.  “Barang bukti uang dirampas untuk negara,” kata Yusriansyah.

Menanggapi vonis tersebut, terdakwa langsung menyatakan menerima. Sementara JPU Kejari Kota Tangerang masih pikir-pikir.  Dengan demikian maka vonis tersebut belum memiliki kekuatan hukum tetap karena memberikan waktu selama 7 hari kepada JPU untuk menyatakan sikap. (FI)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *