Eks Kendaraan Dinas Atut Akan Dilelang

SERANG, (KB).- Pemprov Banten berencana melakukan lelang kembali barang milik daerah (BMD) kendaraan April mendatang. Salah satunya dari kendaraan yang akan dilelang itu, adalah mobil Toyota Land Cruiser eks kendaraan dinas (randis) eks Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPKAD Provinsi Banten Dwi Sahara mengatakan, mobil bekas randis Atut itu keluaran tahun 2012. Mobil ini masih dalam kondisi layak dan terawat.

“Administrasinya juga masih lengkap, surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) masih tersimpan dengan baik. Randis Ibu Atut tipe Land Cruiser sekitar tahun 2012,” katanya.

Disinggung mengenai harga limit, ia belum bisa menyampaikannya. Sebab, saat ini prosesnya masih dalam tahap penghitungan oleh tim appraisal. “Itu nanti ada penetapan dari appraisal, sekarang sedang pembahasan,” ujarnya.

Terkait randis yang akan dilelangkan bersamaan bekas randis Atut, kata dia, berdasarkan data yang masuk sudah ada dua randis yaitu mobil Kijang Pikap dan Kijang LX. Selain itu, ada juga sejumlah randis roda dua yang akan dilelang dalam bentuk paket.

“Total ada tiga randis roda empat yang akan dilelang. Randis roda dua juga ada dalam bentuk paket karena sebagian ada yang dalam kondisi tak lengkap semisal cuma rangkanya saja dan lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, masih ada kemungkinan penambahan jumlah BMD yang akan dilelang. Sebab, sudah ada OPD lain yang juga mengajukan penghapusan BMD. “Kami himpun, dan ketika nilai dari appraisal keluar, akan diserahkan kepada gubernur untuk dibuatkan SK lelang. Lelang nantinya akan melalui KPKNL,” tuturnya.

Ia menjamin tidak akan ada rekayasa dalam menentukan pemenang lelang, karena seluruhnya dilakukan dengan sistem online. “Tidak ada main mata, semua dilakukan lewat internet. Tidak ada yang tahu berapa yang menawar, berapa harga tertinggi. Aplikasi ini sepenuhnya menjadi kewenangan KPKNL. Kami tidak bisa ikut campur,” katanya.

Lelang merupakan upaya pemprov untuk menghapus aset pemprov yang sudah tidak terpakai. “Sehingga agar tidak menjadi catatan laporan keuangan, kami lakukan penghapusan. Penghapusan dilakukan dengan penjualan,” ujarnya.

Pj Sekda Banten Ino S Rawita berharap, aset-aset Pemprov Banten yang sudah rusak juga dapat dikelompokkan untuk kemudian dilelang. “Daripada disimpan begitu aja, lebih baik dilelang, dan yang melelangnya jelas Kanwil Lelang (KPKNL), terbuka sekali,” ujarnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here