Edukasi Kalangan Milenial, Mahasiswa Dorong Kampung Pancasila

Sejumlah narasumber aktivis mahasiswa dari HMI, PMII, IMM, GMNI, GMKI, PGK, Hamas, IMC, KAMMI, Kumala, dan Kumandang saat diskusi virtual dengan tajuk "Tantangan Milenial Membumikan Pancasila di Banten” yang dilaksanakan Senin (27/7/2020).*

SERANG, (KB).- Aktivis mahasiswa di Provinsi Banten mendorong pembentukan Kampung Pancasila di Provinsi Banten. Kampung Pancasila digunakan sebagai sentral dalam memberikan edukasi kepada kalangan milenial tentang Pancasila.

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Tantangan Milenial Membumikan Pancasila di Banten”, yang dilaksanakan secara daring, Senin (27/7/2020). Hadir sebagai narasumber aktivis mahasiswa dari HMI, PMII, IMM, GMNI, GMKI, PGK, Hamas, IMC, KAMMI, Kumala, dan Kumandang.

Ketua umum HMI Badko Jabodetabeka-Banten Hendra Djatmiko mengatakan, Pancasila merupakan simbol bagi Negara Indonesia. Kampanye nilai-nilai Pancasila harus semakin digalakan, baik melalui media sosial maupun ruang-ruang digital lainnya.

“Mengampanyekan nilai-nilai Pancasila tidak hanya sebatas simbol secara formal, tapi harus juga tertanam dan teraktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara,” katanya.

Selain kampanye, nilai Pancasila juga harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai bidang. Dalam bidang ekonomi salah satunya dilakukan dengan cara mengembangkan ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif menjadi solusi dalam mewujudkan satu dari banyaknya nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila,” ujarnya.

Ketua DPW PGK Banten Muhamad Samsul Hidayat mengatakan, penerapan Pancasila harus dimulai dari Istana Sampai ke desa-desa. Pemahaman dan tafsiran Pancasila tidak boleh dikapitalisasi oleh kelompok tertentu.

“Puncak dari implementasinya adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Pendekatan

Ketua PP IMC Rizki P Sandika mengatakan, kampanye nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan kalangan milenial. Sehingga milenial dapat memahami bagaimana penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Milenial harus menyatu dengan ruh Pancasila, karena masa depan milik kaum milenial,” tutur Rizki.

Ketua KAMMI Banten Imam menuturkan, penerapan nilai Pancasila membutuhkan gerakan konkret, atau tidak hanya sebatas diskusi.

“Kita kembali kesejahteraan pra kemerdekaan, spirit lahir dari cita-cita kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu, kita harus membuat platform gerakan Indonesia 45 mengambil momentum seratus tahun Indonesia,” ujarnya.

Semangat yang terkandung dalam Pancasila perlu disampaikan kepada kalangan milenial. Tujuannya agar semangat melekat dalam karakter milenial.

“Semangat Pancasila kita perlu melakukan edukasi bahwa pemuda memiliki narasi Pancasila, milenial memiliki karakter unik maka kita penting menanamkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Korwil 3 GMKI David Marpaung mengatakan, Pancasila menjadi pemersatu atas keragaman Indonesia.

“Dalam penerapan Pancasila secara utuh di tengah kondisi Banten dengan masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam memilik tingkat religius yang sangat tinggi. Namun yang menjadi kekhawatiran adalah terjebaknya pada fundamentalis agama, kemudian ekonomi,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here