Edukasi Berbasis Literasi Keuangan bagi Mahasiswa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan kegiatan “Edukasi dan Literasi Keuangan bagi Mahasiswa”. Kegiatan ini bertempat di Aula Sjadeli Hasan lantai 2 UIN SMH Banten, Senin (11/11/2019).

Rektor UIN SMH Banten Fauzul Iman mengatakan, acara ini sangat bermanfaat untuk memperdalam kajian terkait keuangan. “Sebagai masyarakat yang melakukan aktivitas ekonomi tentu harus mengetahui ilmunya agar tidak terjebak dengan aktivitas ekonomi yang ilegal,” ucapnya.

Fauzul berpesan, agar mahasiswa FEBI khususnya, dan umumnya seluruh mahasiswa UIN Banten dapat berperan dalam meningkatkan angka literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Penyampaian materi diawali oleh pihak OJK mengenai kondisi literasi dan inklusi keuangan nasional, dilanjutkan materi mengenai tabungan emas oleh pihak pegadaian, dan sesi terakhir berkaitan dengan perencanaan keuangan oleh finansialku.com.

Menurut Dedi Fernando selaku kepala sub bagian 1 OJK regional DKI Jakarta dan Banten, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mulai dari golongan yang paling bawah yakni pelajar (mahasiswa) untuk meningkatkan literasi keuangan.

“Harapannya, mahasiswa bisa lebih melek keuangan, lebih aware bagaimana mengelola keuangan dengan baik buat masa depan mereka. Serta bisa sharing mengenai literasi keuangan ini kepada keluarga mereka yang paling kecil, lebih luas lagi ke teman-teman mereka,” tuturnya.

Kegiatan ini mendapat respon yang cukup besar dari mahasiswa khususnya yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Sebanyak 350 orang yang terdiri dari mahasiswa dan dosen mengikuti kegiatan ini.

Seorang peserta yang juga merupakan wakil ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa FEBI Anggita, menyampaikan kesannya mengenai kegiatan ini.

“Edukasi literasi yang diadakan oleh OJK tentu sangat bermanfaat bagi kami khususnya mahasiswa FEBI. Karena dengan acara ini kita menjadi tau lebih jauh tentang OJK dan mendapat pengetahuan tentang investasi ilegal yang harus kita hindari,” ujarnya. (Azzam/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here