Rabu, 21 November 2018

Edi Ariadi Setuju UMSK Cilegon 2018 Naik

CILEGON, (KB).- Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi memiliki pandangan sendiri terkait Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Cilegon 2018. Ia setuju jika nilai upah sektoral harus lebih tinggi dari tahun sebelumnya, sehingga dipastikan UMSK Cilegon 2018 akan direkomendasikan untuk naik.

Menurut dia, penetapan upah buruh paling ideal adalah terjadi kenaikan. “Prinsipnya, ada lah kenaikan, bukannya malah turun. Saya akan jelaskan nanti kepada Apindo, agar UMSK Cilegon 2018 jangan ada penurunan,” katanya, Sabtu (18/11/2017). Meski demikian, ia tidak setuju dengan usulan UMSK Kota Cilegon 2018 versi buruh. Dimana kenaikannya mencapai dua kali lipat dibandingkan 2017. “Permintaan dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya juga jangan. Itu tidak rasional,” ujarnya.

Sebetulnya, kata dia, persoalan UMSK adalah ranah buruh dengan Apindo. Namun jika kedua belah pihak tidak menemukan titik temu, ia siap menengahi. “Nanti akan saya panggil Apindo, pada akhirnya keputusan saya yang ambil. Tentunya dengan mempertimbangkan usulan buruh dan juga Apindo, agar diambil jalan tengahnya,” ucap Edi.

Ketua Apindo Cilegon Isa Muhamad menuturkan, perhitungan UMSK versi pihaknya sesuai rumusan dalam aturan perundang-undangan. Ia berharap Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi melakukan hal sama. “Itu kan sesuai angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi, sehingga muncul lah angka UMSK. Perusahaan pasti punya dasar dalam menaikkan upah. Jadi kami pun berharap Pak Plt mengeluarkan rekomendasi sesuai data yang ada. Itu lebih bagus demi kelangsungan hidup perusahaan di Cilegon,” ujarnya.

Isa mengatakan, tidak semua perusahaan baja dan kimia di Cilegon merupakan perusahaan besar. Jika UMSK Cilegon 2018 tinggi, akan menyulitkan perusahaan menengah ke bawah. “Masukan kami, tolong pikirkan perusahaan kecil. Kalau UMSK tinggi, kasihan mereka,” tuturnya.

Pihaknya tidak akan serta merta menyatakan setuju, jika rekomendasi Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi dinilai terlalu tinggi. Pihaknya siap melakukan gugatan, bilamana keputusan yang diambil merugikan pihaknya. “Sebagai gambaran, dua tahun lalu Apindo tidak mengikuti hasil rekomendasi Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi. Bahkan kami melayangkan gugatan karena nilai terlalu tinggi. Begitu juga pada 2017, saat itu IISIA yang melayangkan gugatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan dan Umum (FSPKEP) Rudi Syahrudin, keinginan Apindo tidak sesuai akal sehat. Ia bersyukur Plt Wali Kota Cilegon memiliki pendapat bahwa UMSK Cilegon 2018 harus lebih tinggi. “Jika memang akan lebih tinggi meskipun tidak sesuai usulan buruh, kami bisa terima. Asalkan tidak seperti Apindo yang nilainya malahan turun. Itu tidak masuk secara logika,” ujarnya.

Menurut Rudi, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi berkaitan dengan UMSK Cilegon 2018. Hasil akhir pada rapat itu, buruh siap melakukan aksi besar-besaran jika kebijakan pemeritah mengikuti usulan Apindo.  “Senin (20/11/2017), kami pun akan turun ke jalan untuk mengawali kebijakan Pak Plt. Untuk diketahui saja, kami sudah ada rencana melakukan aksi besar-besaran, jika UMSK Cilegon 2018 ternyata lebih kecil dari tahun sebelumnya,” ucap Rudi. (AH)***


Sekilas Info

Pemkot Cilegon Siap Realisasikan Tunjangan Penghasilan Pegawai

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon siap merealisasikan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) berdasarkan kelas jabatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *