Edi Ariadi Dilantik Hari Ini, Dari Honorer Hingga jadi Wali Kota

CILEGON, (KB).- Karier Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Cilegon Edi Ariadi telah mencapai puncaknya. Setelah malang melintang selama 35 tahun sebagai birokrat, pria kelahiran Serang 9 Juni 1956 ini akhirnya dilantik menjadi Wali Kota Cilegon, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu (20/2/2019) hari ini pukul 08.00 WIB.

Ditemui di ruang kerja Wali Kota Cilegon, Edi mengenang jalan hidupnya sebelum terjun ke dunia politik. Lulusan Sosial Politik (Sospol) Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 1981 ini mengatakan, kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diawali sebagai honorer di Humas Pemkab Serang pada 1982.

“Setahun setelah lulus dari Unpad, saya sempat melamar ke sana sini. Sempat saya diterima di Kementerian PU, untuk ditempatkan di beberapa daerah di Indonesia. Tapi orang tua tidak merestui, akhirnya saya jadi honorer di Humas Pemkab Serang,” katanya.

Empat tahun kemudian, Edi pun diangkat menjadi PNS. Bahkan pada 1993, Edi menjabat Kepala Bagian Umum Setwilda Kabupaten Serang. “Saat menjadi Kabag Umum, saya pernah ikut motivation training. Saat itu saya diminta menulis cita-cita tertinggi, saya tulislah sebagai sekda,” ujarnya.

Waktu terus bergulir, mimpi Edi hampir terwujud. Setelah dari Bagian Umum, Edi naik menjadi Sekretaris Bappeda Kabupaten Serang di 1994. Namun waktu belum mengizinkan Edi meniti karier di Kabupaten Serang, karena Edi diminta untuk menjadi Kepala Bappeda Kota Cilegon pada 1999. “Kemudian saya diminta menjadi Kepala Bappeda Kota Cilegon pada 1999,” tuturnya.

Mantan Wali Kota Cilegon Tubagus Aat Safaat, kata Edi, berperan penting dalam perkembangan kariernya di Pemkot Cilegon. Pada 21 April 2005, mimpi Edi terwujud setelah diminta Aat menjadi Sekda Pemkot Cilegon.

“Seingat saya, saat itu bersama Pak Sabri (sekarang Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah pada Bappeda Kota Cilegon Sabri Wahyudin) sedang di Palembang. Pak Aat telepon, sudah jangan lama-lama di Palembang. Kamu saya usulkan menjadi Sekda,” tuturnya.

Dengan rasa bahagia, Edi pun menjalankan jabatan impiannya itu. Namun diluar dugaan, Edi diminta Aat untuk mendampingi Tubagus Iman Ariyadi menjadi Wakil Wali Kota Cilegon, pada 2010.

“Pak Aat juga tuh yang minta, tolong temani Iman. Akhirnya saya pun mulai masuk dunia politik dengan bendera PAN (Partai Amanat Nasional) menjadi Wakil Wali Kota Cilegon,” ucapanya.

Lima tahun mendampingi Iman, Aat melihat kiprah Edi cukup bagus sebagai Wakil Wali Kota. Aat pun kembali meminta Edi mendampingi Iman di periode kedua pasangan Iman-Edi. “Pak Aat lagi yang minta waktu itu. Memang peran Pak Aat sangat penting untuk saya. Dia orangnya keras, tapi hatinya lembut,” katanya.

Kini, Edi pun resmi menjadi Wali Kota Cilegon. Menyikapi hal tersebut, Edi mengaku tidak uforia dengan jabatan tersebut. “Biasa saja ya. Selama 1 tahun empat bulan saya menjabat Plt, sekarang tanpa Plt. Jadi sama saja,” ujarnya.

Pada akhirnya, Edi pun menjadi seorang wali kota rasa birokrat. Berbeda dengan kebanyakan jabatan wali kota yang berasal dari kalangan politisi.

“Sekarang kan jamannya reformasi birokrasi, ini yang akan saya kedepankan. Bagaimana pun, menjalankan pemerintah harus berdasarkan aturan, pakai itu dulu. Tapi sebagai pejabat politik, saya pun akan menyesuaikan. Bagaimana saya dengan parpol, teman-teman di legislatif, semua aspirasi dari sana. Prinsipnya, kerjakan bersama, selesaikan bersama,” tuturnya.

Ia pun mengaku akan melaksanakan tugas berdasarkan RPJMD. Terlebih seluruh kebijakan Pemkot Cilegon, ada di rencana yang ia susun bersama Tubagus Iman Ariyadi. “Maka itu, saya pun butuh sosok wakil yang siap pakai, ready for use. Saya tidak ingin ada dua matahari. Sebab namanya matahari, satu saja panas apalagi dua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Banten Gunawan Rusmianto mengatakan, Edi akan dilantik pukul 08.00. Durasi pelantikan ia perkirakan 1 jam lebih. “Pada pelantikan itu, Edi akan melaksanakan sumpah janji jabatan, juga penandatanganan pakta integritas. Setelah itu pemasangan pangkat, diakhiri doa penutup,” katanya.

Pada bagian lain, Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar mengatakan, Edi akan disambut dengan paripurna Ruang Paripurna DPRD Kota Cilegon. “Setelah ramah tamah di Pemkot Cilegon, Pak Edi akan menghadiri paripurna pertamanya sebagai Wali Kota Cilegon, pukul 13.00 WIB,” ujarnya.

Fakih berharap agar Edi mampu berdampingan dengan legislatif, dalam memimpin Pemkot Cilegon. Sebab bagaimana pun, peran eksekutif dan legislatif sangat penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon.

“Harapan saya, Pak Edi sebagai Wali Kota Cilegon, mampu bersama-sama dengan legislatif, melayani masyarakat. Kekompakan ini sangat penting, demi masyarakat Kota Cilegon,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here