Edarkan Sabu, Seorang Mahasiswa Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang

SERANG, (KB).- RM (21), oknum mahasiswa di Banten ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang karena kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu. Ia ditangkap di pinggir jalan di depan Perumahan Taman Banten Lestari, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (6/4/2020).

Dari tangan tersangka RM, petugas mendapatkan barang bukti 22 paket berisi kristal bening yang diduga sabu dengan berat sekitar 10 gram serta satu buah tas ransel.

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan, penangkapan terhadap tersangka merupakan hasil penyelidikan petugas Satresnarkoba. Dari hasil penyelidikan, tersangka diketahui merupakan warga Kota Serang namun kerap mengedarkan barang haram tersebut di wilayah hukum Polres Serang.

“Senin (6/4/2020) sekitar pukul 23.00 WIB, petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka akan melakukan transaksi narkoba di sekitar perumahan Taman Banten Lestari,” ungkap Kapolres didampingi Kasatresnarkoba, AKP Tresno Tahan Uji, Rabu (8/4/2020).

Mendapatkan informasi tersebut, tim resnarkoba langsung bergerak untuk melakukan pengintaian di lokasi yang akan dijadikan lokasi transaksi. Selang beberapa saat kemudian tersangka turun dari kendaraan umum sambil membawa tas ransel.

Tanpa buang kesempatan, tersangka langsung disergap dan dilakukan penggeledahan. Dari dalam tas ransel, petugas menemukan bungkusan yang mencurigakan dan setelah dibuka ternyata didalam nya terdapat 22 plastik bening berisi serbuk yang diduga sabu.

“Saat digeledah ditemukan 22 plastik berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu. Berikut barang buktinya itu, tersangka langsung dibawa ke Mapolres Serang untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan. Tersangka terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU No 35 Th. 2009 tentang narkotika,” ujar Kapolres.

Dalam pemeriksaan tersangka RM mengakui jika barang haram yang diamankan petugas adalah sabu yang dibeli dari seseorang yang ditemui di daerah Tangerang. Tersangka juga mengakui 22 paket sabu tersebut, selain untuk digunakan sendiri juga untuk dijual. Uang keuntungan dari hasil menjual barang haram itu, digunakan untuk untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pakai sabu sudah lama, tapi kalau menjual belum lama. Keuntungan dari menjual sabu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar RM kepada petugas.

Kapolres mengingatkan kepada masyarakat atau mahasiswa jangan pernah menggunakan narkotika apalagi sampai menjualnya karena ini akan merusak masa depan. Kapolres juga menegaskan pihaknya akan menindak tegas tanpa ampun bagi siapapun yang bersentuhan dengan barang terlarang ini.

“Kami berharap peran dari masyarakat untuk melaporkan jika menemukan aktifitas mencurigakan yang kiranya akan menggangu ketentraman,” ujar Kapolres. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here