Duta Genre Harus Sosialisasikan Pernikahan Usia Ideal

Duta Generasi Berencana (Genre) harus bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pernikahan usia ideal. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan keluarga Berencana (DP3AKB) Heni Anita Susila di sela-sela dialog interaktif Duta Genre di Gedung Pusdiklat PT Krakatau Steel (KS) Cilegon, Rabu (11/3/2020).

Kegiatan tersebut, dihadiri Wakil Wali Kota Cilegon Dra. Hj. Ratu Ati Marliati dan Deputi Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi BKKBN Dr. Dwi Listyawardani, Ir., M.Sc.

“Yang hadir di sini, adalah forum Genre. Forum Genre sendiri merupakan salah satu bagian dari pengembangan Program Ketahanan Remaja. Forum ini memiliki program kerja utama, yakni menyosialisasikan pendewasaan usia kawin pertama pada remaja, yakni minimal 21 tahun untuk perempuan dan minimal 25 tahun untuk laki-laki,” katanya.

Pada usia tersebut, tutur dia, mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarier dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

“Tugas dari duta Genre, adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat serta ikut serta dan proaktif kepada remaja lainnya, sehingga pemahaman dalam usia pernikahan dapat dimengerti. Dari segi kesehatan juga bagus, kemudian pola pikir juga, dan kami juga menekankan kepada semua yang hadir, agar ikut serta menyukseskan program tersebut,” ujarnya.

Ia menuturkan, masyarakat dan remaja, ucap dia, harus bisa merencanakan dan mengetahui bagaimana memiliki perencanaan dalam membangun keluarga dari awal atau sejak dini. Ia berharap, dari terselenggaranya kegiatan tersebut, pencegahan dalam pernikahan dini bisa meningkat secara signifikan.

“Jadi, memang pernikahan itu butuh perencanaan. Walau sebutannya adalah raja dan ratu sehari, pengantin harus bisa merencanakan ke depan seperti apa. Jadi, nanti tugas Genre dan juga Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) bahu-membahu untuk dapat menyosialisasikan bahayanya nikah muda dan nikah tanpa perencanaan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi dengan remaja se-Kota Cilegon yang tergabung dalam Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan Forum Generasi Berencana.

Ia meyakini, jika remaja sudah melakukan kegiatan positif semacam ini, maka remaja di Kota Cilegon akan menjadi remaja yang baik dan dapat menyongsong masa depan yang cerah.

“Remaja, harus terus diingatkan akan pentingnya meningkatkan kualitas dalam berbagai bidang, terutama pengetahuan tentang membina keluarga sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Caranya, tutur dia, dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here