Dukungan Bapaslon Perseorangan, 8.804 KTP tak Ada Dalam Daftar Pemilih

SERANG, (KB).- Sebanyak 8.804 identitas kartu tanda penduduk (KTP) pendukung bakal pasangan calon (bapaslon) perseorangan diketahui tidak tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan terakhir dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4). Hal tersebut diungkapkan Ketua Divisi Teknis KPU Kota Serang, Fierly MM.

Ia menjelaskan, pendukung bapaslon Agus Irawan-Samsul Bahri sebanyak 2.734 orang; bapaslon Samsul Hidayat-Rohman sebanyak 2.829 orang dan pendukung bapaslon Sigit Suwitarto-Rd Wildan Ardisasmita sebanyak 3.241 orang. Sesuai Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan, identitas pendukung bapaslon yang namanya tidak tertera dalam DPT/DP4 akan dimintakan klarifikasi ke Disdukcapil.

“Nanti Disdukcapil menyandingkan data non DPT itu Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Ada 3 peniliaian yang dikeluarkan Disdukcapil,” kata Fierly kepada Kabar Banten, Selasa (12/12/2017). Pertama, katanya, jika namanya ada di database kependudukan, maka dukungan dinyatakan benar.

Kedua, jika tidak ada di data base kependudukan, maka dukungan dinyatakan tidak benar. Ketiga, jika belum bisa diklarifikasi maka nama itu dibawa ke verifikasi faktual ke lapangan. “Proses penyandingan data pendukung non DPT dengan SIAK hingga kini masih berlangsung dan ditargetkan selesai Jumat 15 Desember 2017,” ujarnya.

Dia mengatakan, seluruh aparatur PPS di 66 kelurahan melakukan verifikasi faktual di lapangan dan disupervisi langsung oleh PPK dan komisioner KPU. Dari hasil pantauan di sejumlah PPS, banyak pendukung yang tidak berhasil ditemui dengan sejumlah alasan.

“Ada yang ketika kediamannya didatangi PPS, yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah, sedang bekerja atau bahkan pindah domisili. Bagi mereka yang tidak berhasil ditemui, tim sukses bapaslon perseroangan berkewajiban mengumpulkan pendukung tersebut di sebuah tempat untuk diverifikasi oleh PPS,” katanya.

Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin menjelaskan, verifikasi faktual ini adalah pertaruhan kinerja KPU. Mereka harus mampu menjalankan tahapan ini dengan maksimal dan mendatangi semua kediaman pendukung serta mencatat status dukungannya. Kemudian PPS melapor ke PPK dan PPK akan merekap jumlah pendukung yang mendukung, tidak mendukung dan tidak bisa ditemui setiap harinya.

“Pada 25 Desember 2017 nanti seluruh PPS melakukan pleno rekapitulasi. Tanggal 27 Desember 2017 secara serentak PPK melakukan pleno dan terakhir nanti KPU Kota Serang melakukan pleno rekap tanggal 30 Desember 2017,” kata Heri.

Dia menuturkan, jumlah dukungan yang dibawa ke verifikasi faktual dari setiap bapaslon perseorangan yaitu untuk bapaslon Agus Irawan-Samsul Bahri sebanyak 37.244 dukungan, bapaslon Samsul Hidayat-Rohman sebanyak 49.245 dukungan dan bapaslon Sigit Suwitarto-Rd Wildan Ardisasmita sebanyak 35.840 dukungan. (TM)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here