Dukung Pelaku UMKM, Bank Mikro Syariah Salurkan Kredit Rp 9,72 Miliar

PIHAK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas penyediaan akses keuangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK). Upaya tersebut dilakukan dengan membentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah di daerah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santo mengatakan, hingga November 2018, sudah ada 38 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bank tersebut sejauh ini telah menyalurkan pembiayaan kredit kepada 8.373 orang nasabah dengan total pembiayaan sebesar Rp 9,72 miliar.

“Bahkan, jumlah Bank Wakaf Mikro ini terus bertambah, dan saat ini sudah sebanyak 41 unit yang tersebar di beberapa daerah,” kata Wimboh Santo saat dalam pres rilis yang diterima Kabar Banten, Kamis (20/12/2018).

Menurutnya, OJK terus mengembangkan pola inovasi baru untuk pengembangan program Bank Wakaf Mikro. Salah satunya, melalui penyaluran pembiayaan pola klaster yang saat ini telah sukses diterapkan di kelompok/klaster batik di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Besar harapan kami inovasi pola pembiayaan baru ini dapat juga berhasil diterapkan di klaster UMKM di Kabupaten Jombang yang terkenal sebagai penghasil keripik samiler,” ucapnya.

Ia menjelaskan, manfaat Bank Wakaf Mikro bagi pengembangan ekonomi mikro juga mendapat dukungan dari dua lembaga amal di Kuwait, yakni International Islamic Charity Organization (IICO) dan Zakat House yang akan melakukan penjajakan kerja sama dalam memfasilitasi pendirian Bank Wakaf Mikro di Indonesia.

Program Bank Wakaf Mikro yang diluncurkan sejak Oktober 2017 ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat dalam penyediaan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

“Pesantren menjadi sasaran program ini. Apalagi, jumlah pesantren mencapai lebih dari 28.000 di berbagai penjuru tanah air,” katanya.

Sasar kalangan ibu-ibu

Selain di lingkungan pesantren, kata dia, OJK juga sudah meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro di kalangan ibu-ibu, yaitu Bank Wakaf Mikro Usaha Mandiri Sakinah yang berlokasi di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.

Selain itu, terdapat Bank Wakaf Mikro berbasis komunitas ibu-ibu yang berlokasi di Tuban. Skema pembiayaan melalui Bank Wakaf Mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil setara 3 persen.

“Selain itu, dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro juga disediakan pelatihan wirausaha dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng,” ucapnya.

Lembaga ini, sambung dia, tidak diperkenankan mengambil simpanan dari masyarakat. Sebab, lembaga ini memiliki fokus pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan disertai pendampingan usaha. Lembaga ini juga berstatus sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang diberi izin dan diawasi oleh OJK. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here