Rabu, 17 Januari 2018

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Aspal, Aktivis Desak Aparat Turun Tangan

LEBAK, (KB).- Sejumlah aktivis mendesak aparat penegak hukum menyelidiki dugaan penyelewengan anggaran desa untuk pembangunan jalan lingkungan di Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Sebab, selain untuk memberikan efek jera juga beredar rumor uang aspal yang tidak dibangunkan pada kegiatan pembangunan jalan lingkungan Kadujajar Dua-Cidelan Desa Kadujajar dibagikan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) ke sejumlah oknum pejabat.

Menurut informasi, dugaan dana untuk pembelian aspal guna pembangunan Jalan Kadujajar Dua-Cidelan Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, terus berkembang. Beredar rumor tindakan TPK mengurangi volume penggunaan aspal untuk menyiasati anggaran guna uang koordinasi ke sejumlah oknum.

Atas dasar itu, sejumlah pihak Abik, warga maupun aktivis mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan guna menyelidikinya sehingga dugaan kasus korupsi uang aspal yang didanai anggaran desa terang benderang. ”Tentunya kami sangat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan. Langkah ini perlu dilakukan agar jika hal itu tidak benar jangan jadi isu liar. Jika rumor yang beredar benar kami meminta segera ditindak sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” ujar salah seorang aktivis Malingping, Robi, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, dari persoalan tersebut ada hal yang tidak masuk akal terlebih muncul dari seorang pejabat di tingkat kecamatan. ”Belakangan ini saya dengar katanya bahwa uang aspal belum dibelanjakan dan katanya uangnya masih ada di TPK. Saya justru bingung, karena yang digunakan oleh TPK itu kan anggaran negara yang ketika tidak digunakan hingga akhir tahun harusnya Silpa,” tuturnya.

Sementara itu Kepala seksi Ekonomi Pembangunan dan Sosial (EkbangSos), Hendi Suhendi, tidak menampik pernah menerima pemberian uang dari Ketua TPK Kadujajar Kecamatan Malingping.
”Pernyataan siapa, memang saya pernah nerima uang Rp 200.000 dari TPK waktu rapat ke Rangkasbitung bersama TPK untuk menambah BBM mobil saya karena berangkatnya ikut mobil saya,” katanya ketika dikonfirmasi terkait informasi adanya uang yang mengalir ke oknum pegawai kantor Kecamatan Malingping. Menurut Hendi, pihaknya tidak tinggal diam menyikapi persoalan dugaan adanya upaya TPK Kadujajar mengurangi volume aspal dari seharusnya sebanyak 40 drum.

Kapolsek Malingping, Kompol Doren, belum berhasil dimintai tanggapannya terkait adanya desakan warga yang meminta agar dugaan penyelewengan anggaran desa segera diselidiki. Dihubungi melalui WhatsApp tidak merespon. ”Pak Kapolsek gak ada, beliau pulang ke Kerinci karena tadi malam kakaknya meninggal dunia,” ujar salah seorang anggota Polsek Malingping. (DH)***


Sekilas Info

Melalui Program Upsus, Petani Raup Keuntungan Besar

PROGRAM Padi Jagung Kedelai (Pajale) dari pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun), ternyata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *