Dugaan Ketidakberesan Pembangunan Jalan Lapen, Aktivis Minta Aparat Turun Tangan

LEBAK, (KB).- Sejumlah aktivis di Lebak, mendesak agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dugaan ketidakberesan pembangunan fisik jalan Lapisan penetrasi macadam (Lapen) di Kampung Rajab Sabrang, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja. Sebab, proyek yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 126.427.000 tersebut diduga kuat adanya unsur tindak pidana korupsi (tipikor). ”Aparat hukum harus segera turun tangan menindaklanjuti ketidakberesan dalam proyek pembangunan jalan Lapen di Desa Pasir Kembang. Persoalan ini juga harus menjadi atensi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) agar hal semacam ini tidak terjadi di desa lainnya di Kabupaten Lebak,” kata aktivis di Lebak, Ahmad Yani, Kamis (27/7/2017).

Menurut dia, dalam kasus ini pihak Kepala desa (Kades) juga dinilai telah melakukan pembiaran. Padahal, kades selaku tim pengawas dan pembina bertindak, melakukan peneguran terhadap pelaksana kegiatan di lapangan. Kesalahan konstruksi semacam itu jangan dibiarkan karena akan berakibat fatal terhadap hasil pembangunan. ”Sudah jelas material batu yang digunakan batu cadas, bukan batu belah. Malah, pelaksana tidak mengeruk terlebih dahulu badan jalan yang sebelumnya, langsung ditimpah begitu saja. Ini mengindikasikan ada unsur upaya korupsi,” tuturnya.

Apalagi, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Lebak sudah menyampaikan agar material batu yang dipasang dibongkar kembali. Artinya, pembangunan jalan itu bermasalah dan harus ada tindakan tegas dari pihak terkait. ”Upaya pengawasan harus maksimal, jika tidak pembangunan fisik di desa semacam ini akan sangat rawan terjadi penyelewengan,” ucapnya.

Sementara, Kepala seksi ekonomi dan pembangunan (Kasi Ekbang) Kecamatan Maja, Ali Efendi mengatakan, material batu yang digunakan dalam pembangunan jalan lapisan penetrasi macadam (Lapen) di Kampung Rajab Sabrang, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja itu sudah sesuai petunjuk teknis. ”Itu kan sudah dari tim teknisnya, jadi ya tinggal tanyakan ke pihak tim teknis di desa. Kalau pendapat tim teknis di desa ok, ya kita ok,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan jalan Lapen di Kampung Rajab Sabrang, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja, disoal. Sebab, proyek bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2017 senilai Rp 126.427.000 dengan volume 2 x 720 meter tersebut diduga dikerjakan asal-asalan menggunakan material tidak sesuai spesifikasi. (H-38)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here